SMARTMAKASSAR.COM – Pemerintah Kota Makassar membuka peluang kolaborasi dengan Putera Sampoerna Foundation untuk memperkuat kompetensi guru melalui program pelatihan yang lebih terarah dan terukur.
Hal tersebut disampaikan langsung Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat menerima jajaran Putera Sampoerna Foundation di Balai Kota Makassar, Senin (9/3/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Senior Director Putera Sampoerna Foundation, Elan Merdy, memaparkan rencana kerja sama untuk mendukung penguatan sistem pendidikan di Kota Makassar, khususnya pada jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).
Elan menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pemetaan awal terhadap sejumlah SD dan SMP di Makassar. Hasil pemetaan menunjukkan sebagian besar guru masih berada pada tahap penguasaan teori, namun belum sepenuhnya mampu mengimplementasikan metode pembelajaran secara efektif di dalam kelas.
“Kami melihat sebagian guru sebenarnya sudah sering mengikuti pelatihan. Namun mereka masih belum mengetahui bagaimana menerapkan metode tersebut secara langsung di kelas,” ujar Elan.
Ia menambahkan, setiap sekolah memiliki tantangan yang berbeda, baik dari sisi karakter siswa maupun lingkungan belajar. Karena itu, program peningkatan kapasitas guru perlu dirancang lebih spesifik dan fokus pada tahap implementasi.
Sebagai langkah awal, Putera Sampoerna Foundation menawarkan program intervensi selama satu tahun yang akan menyasar sekitar 50 guru dari lima SD dan lima SMP di Makassar.
“Program ini bertujuan meningkatkan praktik mengajar di kelas hingga berdampak pada peningkatan motivasi belajar siswa,” jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, Munafri Arifuddin menyambut baik gagasan kolaborasi tersebut. Ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan harus dimulai dari peningkatan kompetensi guru.
“Karena tidak mungkin anak-anak bisa pintar kalau gurunya tidak memiliki kompetensi yang baik,” ujar Munafri.
Menurutnya, Pemerintah Kota Makassar saat ini tengah berupaya mencari pendekatan yang lebih efektif untuk meningkatkan kualitas guru secara berkelanjutan, tidak hanya melalui pelatihan, tetapi juga dengan sistem pengukuran yang jelas terhadap perkembangan kompetensi guru.
Munafri menilai selama ini banyak pelatihan yang telah diikuti guru, namun belum disertai alat ukur yang mampu menunjukkan sejauh mana dampaknya terhadap kualitas pembelajaran di sekolah.
“Kita butuh tools untuk mengukur progres guru. Selama ini mereka ikut pelatihan, tapi setelah itu kita tidak tahu hasilnya seperti apa. Ini yang harus kita bangun bersama,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya menumbuhkan kesadaran bahwa profesi guru merupakan peran strategis dalam mencerdaskan generasi bangsa. Karena itu, guru diharapkan menjalankan profesinya dengan penuh dedikasi dan kebanggaan.
“Guru di Makassar harus sadar memiliki peran besar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” tambahnya.
Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut, Pemerintah Kota Makassar dan Putera Sampoerna Foundation sepakat melanjutkan pembahasan secara lebih teknis setelah Idulfitri.
Pertemuan lanjutan rencananya akan dikemas dalam workshop selama dua hari guna merumuskan konsep pengembangan guru yang lebih terstruktur, termasuk penyusunan roadmap peningkatan kompetensi guru dalam beberapa tahun ke depan.
Melalui kolaborasi ini, pemerintah berharap dapat menghadirkan model pengembangan guru yang terukur dan berkelanjutan sehingga kualitas pendidikan di Kota Makassar dapat meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun mendatang.
