SMARTMAKASSAR.COM – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa tidak ada larangan bagi masyarakat untuk menggelar takbiran dalam menyambut Hari Raya Idulfitri. Pemerintah Kota Makassar justru memberikan ruang seluas-luasnya bagi warga untuk mengumandangkan takbir sebagai bentuk syiar Islam dan ungkapan rasa syukur usai menjalani ibadah Ramadan.
Pernyataan tersebut disampaikan Munafri saat melaksanakan salat Isya dan Tarawih berjamaah dalam rangkaian Safari Ramadan Pemerintah Kota Makassar di Masjid Raya Makassar, Selasa (17/3/2026).
“Saya perlu sampaikan bahwa tidak ada larangan takbiran. Silakan masyarakat melaksanakan takbiran di wilayah masing-masing kecamatan,” ujar Munafri di hadapan jamaah.
Namun demikian, ia meluruskan informasi yang beredar di masyarakat terkait pembatasan aktivitas malam takbiran. Menurutnya, yang dilarang bukanlah takbiran, melainkan kegiatan konvoi di jalan raya serta penggunaan petasan atau mercon yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
“Yang dilarang adalah konvoi dan bunyi petasan yang mengganggu keamanan serta ketertiban. Jadi, bukan takbirannya,” tegasnya.
Munafri menekankan bahwa takbiran tetap menjadi bagian penting dari syiar Islam yang perlu dijaga. Meski begitu, ia mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan euforia berlebihan, terutama dalam bentuk konvoi kendaraan di jalan raya yang disertai penggunaan petasan.
Aktivitas tersebut dinilai berisiko mengganggu kelancaran lalu lintas, membahayakan keselamatan pengguna jalan, serta mengusik kenyamanan masyarakat.
“Saya mengimbau masyarakat untuk tidak berkonvoi dan tidak menyalakan petasan saat malam takbiran. Ini euforia berlebihan yang bisa menghilangkan esensi takbiran itu sendiri,” lanjutnya.
Sebagai alternatif, masyarakat diimbau memusatkan kegiatan takbiran di lingkungan masing-masing, baik di tingkat kecamatan maupun kelurahan. Pelaksanaannya diharapkan dilakukan di sekitar masjid atau lingkungan setempat tanpa harus turun ke jalan.
Dengan pengaturan tersebut, diharapkan suasana malam takbiran tetap khidmat, aman, dan tertib tanpa mengorbankan kenyamanan publik.
Pemerintah Kota Makassar juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif menjaga ketertiban selama malam takbiran, sehingga momen Idulfitri dapat dirasakan dengan penuh kedamaian.
Dalam kesempatan yang sama, Munafri turut mengajak masyarakat memanfaatkan sisa Ramadan dengan meningkatkan amal ibadah serta menjaga ketertiban umum.
Selain itu, ia menekankan pentingnya peran tokoh agama dan ulama dalam memperkuat pembangunan sosial di Kota Makassar. Menurutnya, masjid menjadi sarana efektif dalam menyampaikan informasi dan membangun kedekatan antara pemerintah dan masyarakat.
“Kegiatan di masjid sangat efektif untuk menyampaikan informasi yang baik kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan Safari Ramadan melibatkan seluruh jajaran SKPD Pemerintah Kota Makassar yang turun langsung ke kecamatan dan masjid-masjid untuk bertemu warga.
Menurut Munafri, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat bertujuan membangun hubungan yang kuat dan sinergi dalam mendukung berbagai program pembangunan.
“Keberhasilan program pemerintah sangat ditentukan oleh dukungan masyarakat. Sebaliknya, kebutuhan masyarakat juga memerlukan kolaborasi dan kerja sama dengan pemerintah,” pungkasnya.
