SMARTMAKASSAR.COM — Pembangunan di Makassar kian menunjukkan geliat positif, seiring derasnya arus investasi swasta yang masuk dan mendorong pertumbuhan kawasan perkotaan.
Salah satu indikator terbaru terlihat dari dimulainya pengembangan kawasan mixed-use Mal Ratu Indah yang ditandai dengan seremoni groundbreaking pada Selasa (28/4/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin yang akrab disapa Appi, menyampaikan apresiasi atas dimulainya proyek strategis itu. Ia menilai pembangunan ini akan memberikan dampak luas, terutama bagi masyarakat kota.
“Pada hari ini kita menyaksikan sebuah proses pembangunan di Kota Makassar yang tentu akan memberikan banyak manfaat, khususnya bagi warga kota ini,” ujarnya.
Menurut Appi, pengembangan Mal Ratu Indah merupakan bagian dari investasi swasta yang berperan penting dalam memperkuat posisi Makassar sebagai kota dengan pertumbuhan ekonomi yang progresif. Ia menegaskan bahwa peningkatan investasi akan berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi daerah.
Pemerintah Kota Makassar, lanjutnya, berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh agar proyek tersebut dapat berjalan lancar dan selesai sesuai target.
“Saya berharap proyek ini bisa cepat selesai sesuai target. Pemerintah Kota Makassar siap memberikan dukungan maksimal agar pembangunan ini segera terealisasi,” katanya.
Selain itu, Appi menyoroti potensi besar penyerapan tenaga kerja dari kehadiran pusat perbelanjaan modern tersebut. Ia menyebut, pembangunan mall tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi, tetapi juga membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal.
Ia juga menggambarkan tingginya dinamika aktivitas di Makassar. Pada malam hari, jumlah penduduk sekitar 1,4 juta jiwa, namun meningkat hingga sekitar 2 juta jiwa pada siang hari akibat mobilitas pekerja dari daerah sekitar. Sementara pada akhir pekan, Makassar menjadi tujuan masyarakat dari berbagai wilayah di Sulawesi Selatan untuk berbelanja dan berwisata.
“Kondisi ini menunjukkan bahwa Makassar adalah kota yang sangat dinamis. Kehadiran mall seperti ini menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat, baik untuk berbelanja maupun rekreasi,” ungkapnya.
Appi turut menegaskan bahwa Pemkot Makassar telah menerapkan sistem perizinan satu pintu yang transparan dan profesional, tanpa ruang bagi praktik percaloan.
“Kami memastikan seluruh proses perizinan dilakukan secara terbuka dan profesional, tanpa ada ruang bagi praktik perantara,” tegasnya.
Ia juga berharap pengelola mall memberikan ruang bagi pelaku UMKM lokal agar dapat berkembang dan menjadi bagian dari ekosistem ekonomi modern.
Dalam kesempatan itu, Appi mengulas sejarah Mal Ratu Indah sebagai salah satu pusat perbelanjaan legendaris di Makassar. Ia menilai pengembangan kawasan ini menjadi langkah strategis untuk menghidupkan kembali kawasan tersebut sekaligus menciptakan destinasi baru.
“Dengan lokasi yang strategis dan luas kawasan sekitar 3 hektare, ini akan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Makassar,” jelasnya.
Appi juga menyampaikan apresiasi kepada Kalla Group yang dinilai konsisten berkontribusi dalam investasi di Makassar.
Lebih lanjut, ia memaparkan capaian realisasi investasi Kota Makassar sepanjang 2025 yang mencapai Rp5,29 triliun. Angka tersebut terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp4,15 triliun atau 78,57 persen, serta Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp1,13 triliun atau 21,43 persen.
Capaian ini meningkat signifikan dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp3,82 triliun, atau tumbuh sekitar 38,48 persen.
“Sektor yang paling dominan meliputi perumahan, kawasan industri, dan perkantoran, disusul perdagangan dan reparasi, serta transportasi dan telekomunikasi,” paparnya.
Menurutnya, tren tersebut menunjukkan bahwa pengembangan kawasan mixed-use seperti Mal Ratu Indah sangat relevan dengan kebutuhan investasi di Makassar saat ini.
Appi menambahkan, investasi yang masuk telah memberikan dampak nyata terhadap penyerapan tenaga kerja, dengan puluhan ribu tenaga kerja terserap sepanjang tahun 2025.
Ia menegaskan bahwa proyek ini sejalan dengan visi besar Pemerintah Kota Makassar, yakni Makassar MULIA (Unggul, Inklusif, Aman, dan Berkelanjutan).
“Proyek ini bukan hanya menghadirkan ruang ekonomi baru, tetapi juga menjadi simbol modernisasi kota yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.
“Kita berharap pembangunan kawasan ini memperhatikan aspek lingkungan, sosial, serta tata ruang kota agar dapat menjadi ikon baru Makassar yang berdaya saing global,” tutupnya.
