SMARTMAKASSAR.COM – Lonjakan penggunaan WhatsApp sebagai kanal utama komunikasi bisnis memunculkan tantangan baru bagi pelaku usaha, terutama terkait penumpukan pesan dan lambatnya respons terhadap pelanggan.
Kondisi ini dinilai berpotensi menyebabkan hilangnya peluang penjualan di tengah persaingan digital yang semakin ketat.
Fenomena tersebut mendorong hadirnya solusi berbasis teknologi, salah satunya melalui platform Bisachat AI, yang dikembangkan oleh sekelompok pemuda di Makassar sejak Juni 2025.
Platform ini dirancang untuk membantu pelaku usaha mengelola percakapan pelanggan secara lebih efisien melalui fitur balas chat otomatis berbasis kecerdasan buatan.
Business Consultant Bisachat AI, Nurhaliza A Arief atau akrab disapa Lisa, menyebut banyak bisnis sebenarnya telah memiliki permintaan pasar yang tinggi, namun tidak mampu mengelola komunikasi pelanggan secara optimal.
“Banyak chat yang tidak terbalas atau terlambat direspons, padahal itu berpotensi menjadi transaksi. Di situlah masalah utamanya,” ujarnya.
Penggunaan WhatsApp dalam bisnis, menurutnya, tidak lagi sebatas komunikasi tambahan, melainkan telah menjadi bagian utama dalam proses pemasaran hingga transaksi. Namun, peningkatan jumlah pesan yang masuk sering kali tidak diimbangi dengan kapasitas sumber daya manusia.
Menjawab hal tersebut, Bisachat AI menghadirkan sistem yang mampu merespons pesan pelanggan secara otomatis dan cepat, termasuk di luar jam operasional.
Teknologi ini difokuskan untuk menangani pertanyaan umum sehingga bisnis tetap dapat memberikan respons instan tanpa bergantung sepenuhnya pada admin.
Lisa menegaskan, kecepatan respons menjadi faktor penting dalam mempertahankan minat pelanggan.
“Pelanggan sekarang cenderung ingin serba cepat. Jika respons lambat, mereka bisa langsung beralih ke kompetitor,” katanya.
Meski mengandalkan teknologi AI, platform ini tetap memungkinkan keterlibatan manusia dalam percakapan yang lebih kompleks. Sistem akan mengalihkan chat tertentu ke admin untuk memastikan kualitas layanan tetap terjaga.
Pendekatan tersebut dinilai dapat menjadi solusi untuk menjaga keseimbangan antara efisiensi operasional dan kualitas interaksi dengan pelanggan.
Kehadiran Bisachat AI mencerminkan semakin pentingnya transformasi digital dalam dunia usaha, khususnya dalam pengelolaan komunikasi pelanggan.
Dengan meningkatnya penggunaan platform chat sebagai sarana bisnis, teknologi berbasis AI diperkirakan akan menjadi salah satu faktor penentu daya saing di era digital.
Lisa menambahkan, ke depan keberhasilan bisnis tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh kemampuan dalam merespons pelanggan secara cepat dan konsisten.
“Persaingan sekarang ada di kecepatan dan konsistensi layanan. Itu yang akan menentukan siapa yang bertahan,” tutupnya.
