SMARTMAKASSAR.COM — Upaya menanamkan kesadaran lingkungan sejak usia dini terus diperkuat di Kota Makassar melalui metode pembelajaran yang lebih interaktif dan aplikatif.
Hal ini terlihat dalam kegiatan outing class bertema “Selamatkan Bumi dengan Memahami Pengelolaan Sampah” yang diikuti siswa UPT SPF SD Inpres Tallo Tua I di TPS3R Karebosi, Senin (20/4/2026).
Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, Melinda Aksa, menegaskan bahwa edukasi lingkungan tidak cukup hanya melalui teori di ruang kelas, tetapi perlu dihadirkan dalam pengalaman nyata agar membentuk kebiasaan sejak dini.
“Anak-anak harus dikenalkan bahwa sampah bukan sekadar untuk dibuang, tetapi harus dikelola dengan bijak. Dengan metode interaktif seperti ini, mereka bisa memahami sekaligus merasakan langsung pentingnya menjaga lingkungan,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan semacam ini menjadi langkah strategis dalam membangun karakter peduli lingkungan pada generasi muda. Ia juga mengapresiasi kolaborasi antara Dinas Pendidikan dan pengelola TPS3R Karebosi yang menghadirkan ruang belajar alternatif bagi siswa.
“Ini adalah investasi jangka panjang. Jika sejak kecil anak-anak terbiasa memilah sampah, ke depan kita akan memiliki generasi yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan,” tambahnya.
Sebanyak 135 siswa terlibat dalam kegiatan ini, yang merupakan bagian dari program Dinas Pendidikan Kota Makassar dengan konsep pembelajaran luar kelas berbasis permainan dan interaksi langsung.
Program ini juga terintegrasi dengan inovasi MULIATA (Mulai Olah Sampahta’) yang dikembangkan Pemerintah Kota Makassar sebagai pusat edukasi dan “living lab” pengelolaan sampah. Melalui konsep tersebut, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga menyaksikan langsung proses pengolahan sampah dari hulu ke hilir.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa mengikuti berbagai aktivitas, mulai dari pemutaran video edukatif tentang kondisi tempat pembuangan akhir (TPA), permainan bertema lingkungan, hingga pengenalan langsung jenis-jenis sampah, baik organik maupun anorganik.
Sementara itu, pengelola TPS3R Karebosi, Fajar, menjelaskan bahwa fasilitas tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengolahan sampah, tetapi juga sebagai pusat edukasi berbasis masyarakat.
“TPS3R Karebosi menjadi ruang pembelajaran bagi masyarakat untuk memahami pentingnya memilah sampah sejak dari sumbernya, sekaligus membantu mengurangi beban TPA,” jelasnya.
Ia menambahkan, program outing class menjadi salah satu strategi efektif dalam membangun kesadaran lingkungan sejak usia dini.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi contoh praktik baik dalam edukasi lingkungan di Makassar, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Ujung Pandang, Lurah Baru, Kepala Sekolah SD Inpres Tallo Tua I, komunitas lingkungan, serta para pendamping dan penyuluh lingkungan.
