SMARTMAKASSAR.COM, MAKASSAR – Kesiapan pasokan bahan bakar pesawat (avtur) menjadi salah satu faktor krusial dalam menjamin kelancaran operasional penerbangan Haji 2026. Menyikapi hal tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menyatakan telah menyiapkan dukungan penuh melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Hasanuddin.
Pengisian avtur perdana untuk penerbangan haji dilakukan pada dini hari, 22 April 2026, menandai dimulainya fase keberangkatan jamaah. Operasional haji tahun ini terbagi dalam dua fase, yakni keberangkatan pada 21 April hingga 21 Mei 2026 dan kepulangan pada 31 Mei hingga 30 Juni 2026.
Sebanyak 43 kelompok terbang (kloter) dijadwalkan berangkat melalui rute Ujung Pandang menuju Kualanamu sebagai titik transit sebelum melanjutkan penerbangan ke Madinah dan Jeddah. Dalam skema ini, keandalan distribusi avtur dinilai menjadi isu penting untuk memastikan tidak terjadi hambatan dalam jadwal penerbangan.
Pertamina memperkirakan kebutuhan avtur selama fase keberangkatan mencapai sekitar 630 kiloliter. Setiap penerbangan menuju Kualanamu diproyeksikan mengonsumsi sekitar 14 hingga 16 kiloliter avtur.
Aviation Fuel Terminal Manager Hasanuddin, Andreas Yanuar, menyebut seluruh proses distribusi dilakukan dengan pengawasan ketat, baik dari sisi kualitas maupun ketepatan waktu.
“Seluruh proses penyaluran avtur kami jalankan dengan pengawasan ketat. Tim di lapangan bekerja terintegrasi untuk memastikan setiap penerbangan haji dapat terlayani dengan aman dan lancar,” ujarnya.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menegaskan bahwa kesiapan energi penerbangan merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung layanan publik, khususnya pada momen haji yang melibatkan mobilitas besar masyarakat.
Ia menambahkan, sistem distribusi dan pengamanan stok dilakukan secara berlapis guna mengantisipasi potensi gangguan selama periode operasional berlangsung.
Dengan dimulainya refueling perdana ini, Pertamina memastikan kesiapan operasional energi penerbangan terus dijaga sepanjang musim Haji 2026, guna mendukung kelancaran, keamanan, dan ketepatan waktu penerbangan jamaah dari Indonesia.
