SMARTMAKASSAR.COM — Setelah menuntaskan rangkaian Safari Ramadan di 14 kecamatan wilayah daratan, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin dijadwalkan melanjutkan kegiatan road show Ramadan dengan mengunjungi wilayah kepulauan.
Agenda tersebut akan dilaksanakan pada Rabu, 18 Maret 2026, dengan lokasi kegiatan di Pulau Barrang Lompo yang berada di wilayah Kecamatan Kepulauan Sangkarrang.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Makassar, Nisman Mungkasa mengatakan, kunjungan Wali Kota bersama jajaran Pemerintah Kota Makassar ke wilayah kepulauan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Safari Ramadan yang sebelumnya telah menyasar seluruh kecamatan di wilayah daratan.
“Setelah Safari Ramadan di 14 kecamatan daratan selesai, rencananya Pak Wali Kota akan melanjutkan kegiatan di wilayah kepulauan, tepatnya di Kecamatan Kepulauan Sangkarrang,” kata Nisman, Senin (16/3/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Pemkot Makassar juga akan menghadirkan program pasar murah guna membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
“Ini juga dirangkaikan dengan kegiatan pasar murah bagi warga di pulau. Ada beberapa agenda, termasuk pemberian bantuan sembako serta pangan murah,” ujarnya.
Selain bersilaturahmi dengan warga, Wali Kota Makassar juga dijadwalkan menyerahkan bantuan kepada masyarakat kepulauan. Kegiatan tersebut sekaligus dirangkaikan dengan buka puasa bersama warga di Pulau Barrang Lompo.
“Rencananya Pak Wali Kota akan ke sana pada tanggal 18 Maret. Di sana akan ada penyerahan bantuan kepada warga sekaligus buka puasa bersama masyarakat di Pulau Barrang Lompo,” jelasnya.
Nisman menambahkan, penyerahan bantuan akan dilakukan secara simbolis kepada warga penerima sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat kepulauan sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan merupakan bagian dari program bantuan pangan dari pemerintah pusat yang diberikan secara gratis selama dua bulan kepada warga yang telah terdata.
Penerima bantuan berasal dari kelompok masyarakat yang masuk dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), khususnya warga pada kategori desil satu hingga empat atau kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.
“Bantuan ini merupakan bantuan pangan dari pemerintah pusat yang diberikan selama dua bulan kepada warga yang datanya sudah masuk dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional. Jadi yang menerima adalah masyarakat dari desil satu sampai empat,” terang Nisman.
Menurutnya, daftar penerima bantuan tersebut telah tersedia dalam sistem aplikasi yang dapat diakses oleh operator di tingkat kelurahan serta pihak Bulog.
“Nama-nama penerima sudah tersedia di sistem. Operator kelurahan yang mengakses datanya melalui aplikasi, sementara rincian lengkapnya dari Bulog,” pungkasnya.
