Skip to content
Radio Smart Makassar

Radio Smart Makassar

Bisnis dan Inspirasi

  • STREAMING
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • NEWS UPDATE
  • BUSINESS TODAY
  • HEALTHY
  • SPORT
  • TALSKHOW
  • Toggle search form
  • Melinda Aksa Ajak Warga Ujung Tanah Kelola Sampah Berbasis Masyarakat DAERAH
  • Aksi Cepat BPBD dan Pemkot Makassar Tangani Sampah Kanal DAERAH
  • Ruas Jalan Strategis di Sulsel Mulai Membaik, Program MYP Tunjukkan Hasil DAERAH
  • Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terbagi Dua Gelombang, Pertamina Siapkan Pasokan Energi MAKASSAR
  • Pemprov Sulsel Berangkatkan 35 Bus Mudik Gratis, 1.000 Warga Pulang Kampung DAERAH
  • Rakerda TP PKK Makassar 2026 Resmi Dibuka, Fokus pada Keluarga Unggul DAERAH
  • Wali Kota Munafri Arifuddin Instruksikan Camat dan Lurah Kawal Malam Takbiran di Makassar MAKASSAR
  • Ribuan Driver Ojek Online hingga Sopir Truk Hadiri Buka Puasa Bersama Gubernur Sulsel DAERAH

Lahan Sempit Jadi Produktif, Program Urban Farming Makassar Tunjukkan Hasil Nyata

Posted on April 30, 2026 By Detars No Comments on Lahan Sempit Jadi Produktif, Program Urban Farming Makassar Tunjukkan Hasil Nyata

SMARTMAKASSAR.COM, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar semakin serius mengembangkan program urban farming sebagai solusi atas keterbatasan lahan di wilayah perkotaan sekaligus mendorong kemandirian pangan masyarakat.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menunjukkan komitmennya dengan melakukan peninjauan langsung ke dua lokasi pengembangan urban farming, Kamis (30/4/2026), masing-masing di Kecamatan Tamalate dan Kecamatan Wajo.

Dalam kunjungannya, Munafri—yang akrab disapa Appi—menyampaikan bahwa urban farming kini menjadi salah satu fokus utama Pemerintah Kota Makassar dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus memberdayakan masyarakat.

“Hari ini kami meninjau langsung dua lokasi pengembangan urban farming, yakni kelompok tani lorong di Kecamatan Tamalate dan Kecamatan Wajo,” ujarnya.

Menurutnya, urban farming tidak sekadar kegiatan bercocok tanam di lahan terbatas, tetapi merupakan bagian dari strategi besar pemerintah dalam membangun ketahanan pangan, meningkatkan ekonomi warga, serta menumbuhkan kesadaran lingkungan berkelanjutan.

Ia menegaskan, program ini telah masuk dalam prioritas pembangunan daerah dan diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Urban farming menjadi salah satu program prioritas kami karena mampu menjawab keterbatasan lahan sekaligus memperkuat kemandirian pangan,” jelasnya.

Pada kunjungan pertama di Kelurahan Tanjung Merdeka, Kecamatan Tamalate, Munafri mengunjungi Kelompok Tani Anging Mammiri. Di lokasi tersebut, ia menyaksikan langsung panen kangkung rawa yang tumbuh subur meski di lahan terbatas.

Kelompok tani ini juga aktif mengembangkan berbagai inovasi, seperti pembuatan kompos dari sampah organik, kerajinan berbahan limbah, serta edukasi pemilahan sampah. Selain itu, mereka memanfaatkan teknologi sederhana seperti biopori dan budidaya tanaman hortikultura seperti pakcoy dan kangkung.

Munafri mengungkapkan, satu bedeng tanaman kangkung mampu menghasilkan hingga 150 kilogram per bulan dengan masa panen sekitar tiga hingga empat minggu. Sementara itu, kebutuhan pasar di wilayah tersebut mencapai sekitar 150 kilogram per hari, menunjukkan peluang ekonomi yang cukup besar.

“Pasarnya jelas, lahannya tidak besar, dan hasilnya sudah dirasakan masyarakat,” tambahnya.

Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Jalan Bandang, Kelurahan Butung, Kecamatan Wajo. Di lokasi ini, konsep urban farming dikembangkan secara terpadu dengan menggabungkan sektor pertanian, perikanan, dan peternakan skala rumah tangga.

Berbagai komoditas dikembangkan, mulai dari ikan nila, ayam petelur, hingga tanaman seperti cabai, sawi, dan kucai. Model ini dinilai mampu mendukung kebutuhan pangan keluarga sekaligus membuka peluang tambahan pendapatan.

Munafri menilai pendekatan di Kecamatan Wajo memiliki keunikan tersendiri, terutama karena telah mengintegrasikan produksi telur untuk mendukung program penanganan stunting.

“Ini menunjukkan bahwa program pemberdayaan yang dilakukan secara kolaboratif mampu memberikan dampak langsung,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya mereplikasi praktik baik tersebut di wilayah lain di Makassar, dengan dukungan lintas sektor dari berbagai dinas terkait, seperti Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Ketahanan Pangan.

“Kami akan terus mendukung agar kegiatan ini benar-benar memberikan dampak nyata,” tegasnya.

Selain memperkuat ketahanan pangan, program urban farming juga diharapkan mampu meningkatkan ekonomi rumah tangga masyarakat melalui tambahan penghasilan.

Munafri memastikan, pengembangan program ini akan dilakukan secara merata di seluruh kecamatan dengan menyesuaikan potensi masing-masing wilayah.

“Semua kecamatan harus memiliki urban farming yang disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi terbaik di wilayahnya,” tutupnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Camat Wajo, Ivan Kala’lembang, menyampaikan bahwa program urban farming di wilayahnya menunjukkan perkembangan positif, khususnya di Kelurahan Butung.

Ia menjelaskan, kawasan lorong yang sebelumnya terbatas kini telah disulap menjadi lahan produktif dengan berbagai jenis budidaya terpadu, mulai dari perikanan, peternakan, hingga pertanian skala rumah tangga.

“Di kawasan ini terdapat budidaya ikan nila serta peternakan ayam petelur jenis Australorp atau yang dikenal sebagai ayam coper,” ujarnya.

Produksi telur dari peternakan tersebut saat ini mencapai 12 hingga 20 butir per hari dan terus meningkat. Program ini juga didukung melalui kemitraan dengan peternak skala besar, termasuk penyediaan mesin penetasan telur untuk mendukung siklus produksi.

Selain itu, masyarakat juga memanfaatkan lahan sempit untuk menanam berbagai komoditas hortikultura seperti cabai, tomat, terong, hingga lombok katokkon khas Tana Toraja.

Ivan menilai, pemanfaatan lahan sempit ini menjadi bukti bahwa keterbatasan ruang bukanlah hambatan untuk menghasilkan nilai ekonomi dan manfaat sosial.

“Kami bersyukur lahan sempit di lorong bisa dimaksimalkan. Ini sejalan dengan arahan Wali Kota bahwa ruang terbatas tetap bisa produktif,” katanya.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa program ini juga berkontribusi dalam penanganan stunting, salah satunya melalui rencana program satu telur per hari bagi anak stunting.

“Ini menjadi bagian dari kontribusi nyata urban farming dalam meningkatkan gizi masyarakat,” tambahnya.

Ivan berharap, program ini dapat terus berkelanjutan dan menjadi contoh bagi wilayah lain di Makassar.

“Kami akan terus berinovasi agar program ini memberikan dampak luas bagi masyarakat,” tutupnya.

DAERAH, MAKASSAR, NEWS UPDATE

Post navigation

Previous Post: Telkom Fasilitasi 2.250 Sertifikasi Halal, UMKM Perempuan Didorong Tembus Pasar Global
Next Post: May Day Fest 2026: Wadah Dialog Buruh dan Pemerintah di Makassar

Related Posts

  • Festival Jappa Jokka Jadi Simbol Persatuan, Appi: Makassar Rumah untuk Semua NEWS UPDATE
  • Makassar Terdepan, Pemkot Serahkan LKPD 2025 Lebih Awal ke BPK DAERAH
  • CFD Boulevard Makassar Jadi Motor Ekonomi UMKM, Ribuan Pengunjung Padati Setiap Pekan DAERAH
  • Appi Minta SKPD Fokus Jalankan Program Berbasis Dampak Nyata DAERAH
  • Chat Menumpuk Hambat Penjualan, Bisachat AI Tawarkan Solusi Balas WhatsApp Otomatis BUSINESS TODAY
  • SPJM Siapkan 12 Bus Gratis Rute Makassar-Palopo-Sorowako Layani 360 Pemudik MAKASSAR

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Edukasi Keselamatan Kebakaran Masih Minim, Pertamina Latih Warga Makassar Gunakan APAR MAKASSAR
  • Makassar Dipilih Jadi Tuan Rumah Konferensi Musik Indonesia 2026 DAERAH
  • Penerbangan Subsidi Makassar–Selayar Kembali Beroperasi, Tiket Lebih Murah dan Akses Makin Mudah DAERAH
  • Pemkot Makassar Perkuat Layanan Kesehatan, Cathlab RSUD Daya Jadi Andalan Baru DAERAH
  • Pemkot Makassar Tertibkan Baliho Ilegal, Munafri Tegaskan Tak Ada Toleransi DAERAH
  • Paket Hot Promo simPATI, Internet Murah dengan Kuota Hingga 15GB MAKASSAR
  • Wali Kota Makassar Gerak Cepat Bantu Lansia Tinggal di Gubuk Lapuk di Panakkukang DAERAH
  • Makassar Dorong Percepatan Proyek PSEL, Munafri Tegaskan Kesiapan Lahan TPA Antang DAERAH
www.smartmakassar.com
www.smartpekanbaru.com
www.smartmedan.com

Copyright © 2026 Radio Smart Makassar.

Powered by PressBook News WordPress theme

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by