SMARTMAKASSAR.COM — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) kembali mengoperasikan rute penerbangan Makassar–Selayar melalui skema subsidi setelah sempat terhenti akibat mahalnya harga tiket dan rendahnya jumlah penumpang.
Program ini dijalankan bekerja sama dengan maskapai Fly Jaya Air dengan frekuensi tiga kali penerbangan pulang-pergi setiap pekan. Kebijakan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan konektivitas wilayah sekaligus mendorong sektor pariwisata dan perekonomian di Kepulauan Selayar.
Sejumlah penumpang mengaku merasakan langsung manfaat dari penerbangan subsidi tersebut, terutama saat arus mudik dan balik Lebaran.
Salah satunya, drg. Lilies Anggarwati Astuti, yang memanfaatkan layanan ini untuk mudik bersama keluarga. Ia mengaku kemudahan akses dan harga tiket yang terjangkau menjadi keuntungan utama.
“Iya, pas hari Lebaran, habis salat langsung terbang ke Selayar,” ujarnya, Sabtu (28/3/2026).
Lilies menyebut harga tiket jauh lebih murah dibanding sebelumnya. Ia hanya mengeluarkan sekitar Rp2 juta untuk lima orang saat keberangkatan.
Selain itu, ia menilai potensi wisata Selayar sangat besar. “Saya sempat ke Pantai Pinang untuk snorkeling dan diving. Banyak wisatawan asing juga di sana. Kalau fasilitas dan akses jalan ditingkatkan, Selayar bisa jadi destinasi unggulan,” katanya.
Hal senada disampaikan Ahmad Hidayah, warga Makassar yang sering bepergian ke Selayar. Menurutnya, tarif tiket kini jauh lebih terjangkau, dari sebelumnya Rp700 ribu–Rp1 juta menjadi sekitar Rp300 ribu–Rp400 ribu.
“Ini sangat membantu masyarakat, baik untuk wisata maupun kebutuhan pekerjaan,” ujarnya.
Ia berharap frekuensi penerbangan dapat ditambah, termasuk peningkatan akses transportasi dari bandara ke pusat kota Benteng.
Sementara itu, Fathia, penumpang lainnya, mengaku penerbangan subsidi sangat memudahkan mobilitasnya untuk kembali bekerja di Selayar.
“Sekarang jauh lebih cepat dan murah dibanding sebelumnya,” katanya.
Dari sisi operator, Station Representative Fly Jaya Air wilayah Makassar, Syarir, mengapresiasi dukungan Pemprov Sulsel terhadap program ini. Ia berharap rute subsidi dapat terus berlanjut dan diperluas ke wilayah lain seperti Bone, Kendari, hingga Balikpapan.
Dengan kembali beroperasinya rute ini, Pemprov Sulsel dinilai tidak hanya meningkatkan aksesibilitas masyarakat, tetapi juga membuka peluang besar bagi pertumbuhan pariwisata dan ekonomi daerah, khususnya di wilayah kepulauan.
