MAKASSAR, SMARTMAKASSAR.COM – Pemerintah Kota Makassar menegaskan komitmennya dalam mendukung keberlanjutan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) guna memastikan seluruh masyarakat, termasuk para pensiunan dan lanjut usia, mendapatkan perlindungan kesehatan yang merata dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, saat menghadiri kegiatan Sinergi dan Kolaborasi (SERASI) Program JKN bersama Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) yang digelar BPJS Kesehatan di Claro Hotel & Convention Makassar, Kamis (18/6).
Menurut Aliyah, para purnabakti merupakan sosok yang telah memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan daerah sehingga berhak memperoleh jaminan kesehatan yang layak di masa pensiun.
“Para purnabakti adalah sosok yang telah memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan daerah. Sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memastikan mereka tetap mendapatkan perlindungan kesehatan yang layak, mudah diakses, dan berkelanjutan melalui Program JKN. Pemerintah Kota Makassar akan terus mendukung upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat,” ujar Aliyah.
Dalam kegiatan tersebut, Aliyah didampingi Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Makassar, Ahmad Asyarie. Acara mengusung tema “Merawat Pengabdian, Menguatkan Perlindungan: Sehat di Masa Purna Bakti, Bahagia Bersama JKN” sebagai upaya memperkuat sinergi antara BPJS Kesehatan, pemerintah daerah, dan PWRI dalam menjamin akses layanan kesehatan bagi pensiunan dan lansia.
Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan RI Akmal Budi Yulianto, Deputi Direksi Bidang Manajemen Mutu Layanan C. Fala Rahmatiana, Deputi Direksi Wilayah IX Asyraf Mursalina, Ketua Umum PWRI Dr. Setyanto P. Santoso, serta Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan dr. Evi Mustikawati Arifin yang mewakili Pemerintah Provinsi Sulsel.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan Sulsel menegaskan bahwa kesehatan merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang produktif dan sejahtera.
Sementara itu, Ketua Umum PWRI, Dr. Setyanto P. Santoso, mengapresiasi kolaborasi antara BPJS Kesehatan dan PWRI yang dinilai mampu memperkuat perlindungan kesehatan bagi para pensiunan di Indonesia.
“JKN adalah warisan gotong royong bangsa. PWRI siap menjalankan peran strategis sebagai edukator peserta, jembatan aspirasi, pelopor hidup sehat, agen transformasi digital, dan mitra kebijakan,” katanya.
Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto, menegaskan bahwa Program JKN merupakan instrumen penting dalam mewujudkan layanan kesehatan yang setara dan tanpa diskriminasi bagi seluruh masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa JKN mengedepankan prinsip gotong royong, di mana peserta yang sehat membantu peserta yang sakit dan peserta yang mampu membantu mereka yang membutuhkan.
Akmal juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Makassar dalam menjaga keberlangsungan Program JKN. Menurutnya, perhatian dan keterlibatan Wakil Wali Kota Makassar menjadi bagian penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan BPJS Kesehatan.
“Kami mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Makassar, khususnya Ibu Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham yang senantiasa hadir dan memberikan perhatian terhadap berbagai program perlindungan kesehatan masyarakat. Sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan BPJS Kesehatan menjadi kunci dalam menjaga capaian kepesertaan serta meningkatkan kualitas layanan bagi peserta JKN di Kota Makassar,” ujar Akmal.
Ia juga mengungkapkan bahwa capaian Universal Health Coverage (UHC) di Sulawesi Selatan terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga Juni 2026, cakupan kepesertaan JKN di Sulsel telah mencapai 99,17 persen. Sementara di Kota Makassar, jumlah peserta JKN mencapai sekitar 1,4 juta jiwa atau 99,81 persen dari total penduduk.
Menanggapi capaian tersebut, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Makassar, Ahmad Asyarie, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terus terjalin antara pemerintah daerah dan BPJS Kesehatan.
“Alhamdulillah, untuk Kota Makassar jumlah masyarakat yang terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan telah mencapai sekitar 99,8 persen. Dari jumlah tersebut, sekitar 82 persen berstatus aktif. Kondisi ini dipengaruhi oleh mobilitas penduduk Kota Makassar yang cukup dinamis karena menjadi pusat aktivitas masyarakat dari berbagai daerah,” jelas Ahmad.
Kegiatan berlangsung khidmat diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars BPJS Kesehatan, dan Mars PWRI. Acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi pembukaan yang melibatkan Wakil Wali Kota Makassar bersama perwakilan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Ketua Umum PWRI, dan Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan sebagai simbol dimulainya kegiatan.
Rangkaian acara ditutup dengan penyerahan plakat kepada Ketua Umum PWRI oleh Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan serta sesi foto bersama sebagai bentuk komitmen memperkuat sinergi dalam mendukung keberlanjutan Program JKN bagi masyarakat, khususnya para purnabakti dan lanjut usia.
