_cuva
MAKASSAR, SMARTMAKASSAR.COM — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat inklusi dan literasi keuangan masyarakat Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat melalui berbagai program edukasi. Hingga Juli 2026, program Gencarkan telah menjangkau 2.204.391 peserta melalui 198 kegiatan edukasi keuangan.
Program tersebut menyasar berbagai kelompok masyarakat, mulai dari pelajar, mahasiswa, pemuda, UMKM, profesional, komunitas, hingga masyarakat umum.
Selain edukasi, OJK juga mendorong percepatan akses layanan keuangan melalui berbagai program inklusi, termasuk digitalisasi UMKM menggunakan QRIS, penguatan ekosistem keuangan inklusif, serta pengembangan ekonomi daerah.
Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Moch. Muchlasin mengatakan, peningkatan literasi dan inklusi keuangan menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.
“Masyarakat yang memiliki pemahaman keuangan yang baik akan lebih mampu mengambil keputusan finansial secara bijak dan memanfaatkan produk jasa keuangan secara optimal,” kata Muchlasin.
Di sisi lain, sektor jasa keuangan juga terus didorong agar memberikan layanan yang aman, transparan, dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Kepala Direktorat Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan, Ahmad Murad juga menekankan pentingnya penguatan pengawasan industri jasa keuangan agar tetap tumbuh sehat dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Penguatan pengawasan dan perlindungan konsumen menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sektor jasa keuangan,” ujar Ahmad Murad.
