Gubernur Sulsel mendampingi Menteri Kebudayaan RI pada acara peletakan batu pertama revitalisasi Benteng Somba Opu
GOWA, SMARTMAKASSAR.COM – Benteng Somba Opu di Kabupaten Gowa didorong menjadi cagar budaya nasional seiring dimulainya revitalisasi kawasan bersejarah itu. Peletakan batu pertama dilakukan Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon, Selasa (27/10/2026).
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, yang mendampingi Fadli Zon, mengatakan Menteri Kebudayaan berkomitmen mendorong status cagar budaya nasional bagi benteng tersebut. Menurutnya, upaya itu diharapkan memperkuat pelindungan dan pelestarian situs bersejarah yang lekat dengan kejayaan Kerajaan Gowa. Kegiatan ini turut dihadiri Plt. Bupati Gowa Darmawangsah Muin dan sejumlah tamu undangan.
Andi Sudirman menyebut Benteng Somba Opu memiliki nilai sejarah penting bagi masyarakat Sulawesi Selatan, sehingga perlu dijaga dan dikembangkan sebagai kawasan wisata edukasi bagi generasi mendatang.
“Benteng Somba Opu merupakan bagian penting dari sejarah perjuangan dan kejayaan Kerajaan Gowa. Kita berharap melalui revitalisasi ini, Benteng Somba Opu dapat kembali menjadi kawasan bersejarah yang terjaga sekaligus destinasi wisata edukasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, revitalisasi diharapkan menghadirkan kembali Benteng Somba Opu sebagai ruang pembelajaran sejarah yang memperkenalkan kejayaan dan perjuangan masyarakat Sulawesi Selatan kepada generasi muda.
Andi Sudirman juga meminta penataan kawasan memperhatikan keberadaan masyarakat di sekitar benteng. Dengan begitu, pelestarian warisan sejarah dapat berjalan seiring dengan upaya mencari solusi bagi warga.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, kata dia, siap berkolaborasi dengan pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Gowa untuk mendukung proses revitalisasi.
“Insya Allah, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan siap bahu-membahu mendukung proses revitalisasi ini. Semoga Benteng Somba Opu dapat kembali menjadi kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan dan terus diwariskan kepada generasi berikutnya,” tuturnya.
Revitalisasi ini diharapkan menjadi momentum menjaga identitas sejarah dan kebudayaan Sulawesi Selatan sekaligus mengembangkan potensi wisata edukasi di Kabupaten Gowa.
