JAKARTA, SMARTMAKASSAR.COM – Animo korporasi menghimpun dana lewat pasar modal masih tinggi meski IHSG terkoreksi. Hingga akhir September 2026, total nilai Penawaran Umum secara ytd mencapai Rp186,03 triliun, menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Angka tersebut terdiri dari 7 Penawaran Umum Saham Perdana (IPO), 18 Penawaran Umum Terbatas (PUT), 11 penawaran umum Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk (EBUS), serta 123 Penawaran Umum Berkelanjutan EBUS. Di pipeline terdapat 29 rencana penawaran umum dengan nilai indikatif Rp26,47 triliun.
Soal target penghimpunan dana 2026 sebesar Rp250 triliun, OJK menyatakan realisasi hingga akhir tahun dapat dipengaruhi dinamika pasar, minat investor, serta pertimbangan emiten dalam menentukan momentum penerbitan dan biaya pendanaan.
Dari sisi investor, September 2026 mencatat tambahan 1,03 juta investor baru. Secara ytd, jumlah investor tumbuh 57,96 persen menjadi 32,17 juta. Sejak ETF Emas diluncurkan pada 10 Agustus 2026, terbit 7 produk dari 7 manajer investasi dengan dana kelolaan Rp105,63 miliar. Penggalangan dana lewat securities crowdfunding sepanjang September mencapai Rp22,92 miliar, sehingga total akumulasinya Rp2,06 triliun.
