MAKASSAR, SMARTMAKASSAR.COM – PT Pelindo Jasa Maritim (PJM), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, memperkuat kesiapan operasional untuk mengaktifkan kembali layanan ship-to-ship (STS) di Nipah Transhipment Anchorage Area (NTAA), Batam, Kepulauan Riau.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan menghadirkan layanan maritim yang aman, andal, dan sesuai kebutuhan pengguna jasa. Dengan dukungan penuh Pelindo, PJM telah menyiapkan sarana dan prasarana pendukung serta tenaga pandu untuk memastikan kelancaran pelayanan kapal di kawasan tersebut.
Kesiapan ini sekaligus menjadi langkah strategis memperkuat peran Nipah sebagai salah satu kawasan pendukung aktivitas maritim dan logistik nasional.
Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Utama PJM menggelar pertemuan dengan sejumlah mitra usaha yang sebelumnya telah menggunakan layanan perusahaan di kawasan NTAA. Pertemuan ini bertujuan mempererat hubungan kemitraan, menyampaikan kesiapan operasional, serta menyelaraskan kebutuhan layanan dengan ekspektasi pengguna jasa.
Dalam pertemuan itu, para mitra menyatakan respons positif terhadap rencana pengaktifan kembali layanan PJM di Nipah dan menyatakan kesediaan untuk kembali memanfaatkan layanan perusahaan.
“Kami telah mempersiapkan sarana dan prasarana pendukung, termasuk kesiapan tenaga pandu, untuk memastikan layanan STS di Nipah dapat berjalan secara optimal. Melalui komunikasi langsung dengan para mitra, kami ingin memastikan bahwa layanan yang kami hadirkan tidak hanya memenuhi kebutuhan operasional, tetapi juga mengedepankan aspek keselamatan, keandalan, dan kualitas pelayanan,” kata Direktur Utama PJM dalam keterangannya, Jumat (10/10/2026).
Ia menegaskan bahwa kepercayaan mitra usaha menjadi fondasi penting bagi pengembangan layanan perusahaan secara berkelanjutan.
“Respons positif dari para mitra menjadi dorongan bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan. PJM berkomitmen membangun kemitraan jangka panjang melalui pelayanan yang profesional, responsif, dan konsisten, dengan keselamatan sebagai prioritas utama dalam setiap aktivitas operasional,” tambahnya.
Penguatan kesiapan layanan STS di Nipah ini merupakan bagian dari langkah berkelanjutan PJM dalam mengoptimalkan potensi bisnis jasa maritim sekaligus mendukung kelancaran arus kapal dan aktivitas logistik nasional. Inisiatif ini juga disebut sejalan dengan semangat transformasi Danantara Indonesia dalam mendorong peningkatan konektivitas, kualitas layanan, dan keberlanjutan usaha guna menghadirkan nilai tambah serta dampak ekonomi bagi Indonesia.
PJM saat ini mengelola delapan anak perusahaan, yakni PT Jasa Armada Indonesia Tbk, PT Pelindo Marine Service, PT Energi Pelabuhan Indonesia, PT Pengerukan Indonesia (Rukindo), PT Berkah Industri Mesin Angkat, PT Pelindo Solusi Maritim, PT Intan Sejahtera Utama, dan PT Lamong Energi Indonesia, serta dua cucu perusahaan, PT Alur Pelayaran Barat Surabaya dan PT Pelindo Energi Logistik.
