MAKASSAR, SMARTMAKASSAR.COM — Pemerintah Kota Makassar terus memperluas cakupan program iuran sampah gratis sebagai upaya meringankan beban pengeluaran rutin masyarakat. Hingga kini, ribuan rumah tangga di Kecamatan Makassar telah tercatat menerima manfaat kebijakan tersebut.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi menyampaikan hal itu saat menghadiri Pesta Rakyat Kecamatan Makassar, Senin (7/9/2026).
Kegiatan yang digelar pemerintah kecamatan tersebut dihadiri ribuan warga dari sejumlah kelurahan di Kecamatan Makassar.
Dalam kesempatan tersebut, Munafri memaparkan perkembangan program pembebasan iuran sampah yang telah berjalan di wilayah Kecamatan Makassar.
Berdasarkan pendataan pemerintah, sebanyak 548 rumah tangga dengan daya listrik 450 volt ampere (VA) telah menikmati pembebasan iuran sampah.
“Di Kecamatan Makassar misalnya, ada 548 rumah tangga yang sudah menikmati program Pemerintah Kota Makassar untuk iuran sampah gratis dengan daya listrik 450 volt ampere (VA),” kata Appi.
Sementara itu, penerima dengan daya listrik 900 VA tercatat mencapai 1.884 kepala keluarga (KK).
Pemkot Makassar kini juga mengkaji perluasan program tersebut bagi pelanggan dengan daya listrik 1.300 VA.
Berdasarkan pendataan terakhir, terdapat lebih dari 1.400 KK di Kecamatan Makassar yang berpotensi memperoleh pembebasan iuran sampah untuk kategori tersebut.
“Untuk KWH 1.300, terakhir sesuai laporan Kecamatan Makassar ada 1.400 lebih KK atau rumah di Kecamatan Makassar yang berpotensi gratis,” tuturnya.
Jika seluruh kategori tersebut digabungkan, jumlah penerima manfaat program iuran sampah gratis di Kecamatan Makassar berpotensi mencapai 3.832 KK.
“Kalau dihitung-hitung, jumlah totalnya penerima manfaat program iuran sampah gratis mencapai 3.832 KK,” sambung Munafri.
Menurut Appi, pembebasan iuran sampah bagi masyarakat dengan daya listrik 450 VA hingga 900 VA telah diterapkan sejak 2025.
Kebijakan tersebut menjadi salah satu bentuk intervensi Pemkot Makassar untuk membantu mengurangi beban pengeluaran masyarakat.
Pada 2026, pemerintah kota berencana memperluas sasaran program hingga pelanggan dengan daya listrik 1.300 VA.
“Sekarang proses kajian untuk penambahan pembayaran sampah secara gratis. Kalau selama ini dengan KWH 450 sampai 900 itu sudah digratiskan dari tahun lalu,” katanya.
“Dan tahun ini Pemerintah Kota Makassar akan menambah lagi dengan daya 900 sampai dengan 1.300,” sambung mantan CEO PSM tersebut.
Munafri menegaskan, perluasan program tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memperbesar manfaat kebijakan bagi masyarakat, terutama dalam mengurangi kewajiban pembayaran rutin setiap bulan.
“Artinya ini semua kita akan maksimalkan untuk memastikan kepada masyarakat bahwa beban-beban bulanan ini kita akan hilangkan dengan melalui mengurangi apa yang namanya pembayaran kewajiban-kewajiban setiap tahun,” tuturnya.
Meski memberikan keringanan dari sisi pembayaran, Munafri mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan tanggung jawab menjaga kebersihan lingkungan.
Menurutnya, program iuran sampah gratis harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesadaran warga dalam mengelola sampah.
Pemerintah, kata dia, tidak dapat bekerja sendiri. Keterlibatan masyarakat mulai dari lingkungan rumah menjadi salah satu kunci menciptakan Kota Makassar yang bersih dan nyaman.
“Yang ingin saya sampaikan kepada seluruh masyarakat yang ada di Kota Makassar ini pemilahan sampah, menjaga kota ini dengan baik karena kita semua yang terlibat di dalamnya untuk menjaga lingkungan,” imbuh Ketua IKA FH Unhas itu.
Munafri menilai pembebasan iuran sampah bukan berarti masyarakat terbebas dari tanggung jawab terhadap lingkungan.
Sebaliknya, kebijakan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk mendorong warga lebih aktif memilah dan mengelola sampah sejak dari rumah.
Dalam kesempatan itu, Appi juga menyampaikan kondisi Kota Makassar yang disebutnya semakin kondusif dibandingkan periode sebelumnya.
“Hari ini alhamdulillah keadaan lebih kondusif daripada bulan sebelumnya,” pungkasnya.
Pesta Rakyat Kecamatan Makassar turut dihadiri Ketua TP PKK Makassar Melinda Aksa, Sekda Makassar Andi Zulkifly Nanda, tim ahli, sejumlah kepala SKPD, camat, serta para lurah.
