MAKASSAR, SMARTMAKASSAR.COM — Ribuan keluarga di Kecamatan Mariso kini mendapat keringanan pengeluaran rumah tangga melalui program iuran sampah gratis yang dijalankan Pemerintah Kota Makassar. Kebijakan tersebut terus diperluas dengan menaikkan batas daya listrik yang menjadi salah satu kriteria penerima manfaat.
Program yang menjadi salah satu janji politik Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi itu kembali ditegaskan saat Pesta Rakyat Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Kecamatan Mariso, Senin (7/9/2026) malam.
Munafri mengatakan, Pemkot Makassar berkomitmen memperluas jangkauan penerima manfaat program pembebasan retribusi sampah sebagai bagian dari upaya mengurangi beban ekonomi masyarakat.
Camat Mariso Andi Syahrir Mapptoba menyebut, sebanyak 6.417 rumah tangga di wilayahnya telah menikmati program iuran sampah gratis sejak mulai diterapkan pada 2025.
Pada 2026, Pemkot Makassar memperluas kriteria penerima berdasarkan daya listrik. Jika sebelumnya pembebasan retribusi menyasar rumah tangga dengan daya listrik 450 hingga 900 VA, kini cakupannya diperluas hingga pelanggan dengan daya 1.300 VA.
Perluasan tersebut membuat 1.088 rumah tangga tambahan di Kecamatan Mariso dipastikan menjadi penerima manfaat program iuran sampah gratis pada tahun ini.
Dengan tambahan tersebut, total penerima subsidi retribusi sampah di Kecamatan Mariso mencapai sekitar 7.000 rumah tangga.
Munafri menjelaskan, kebijakan pembebasan iuran sampah merupakan salah satu langkah Pemkot Makassar untuk menekan pengeluaran rutin masyarakat, khususnya kelompok ekonomi yang membutuhkan dukungan.
Ia berharap dana yang sebelumnya dialokasikan untuk membayar retribusi sampah dapat digunakan warga untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga lainnya.
“Pemerintah Kota Makassar terus mencoba untuk memberikan segala kemudahan, meringankan beban-beban masyarakat yang ada di Kota Makassar dengan cara mengurangi pengeluaran bulanannya secara rutin,” jelasnya.
Namun, pembebasan iuran sampah tidak berarti masyarakat lepas dari tanggung jawab menjaga kebersihan lingkungan.
Munafri menekankan pentingnya keterlibatan warga dalam pengelolaan sampah, terutama dengan membiasakan pemilahan sampah dari rumah.
Menurutnya, kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat. Kesadaran tersebut juga penting untuk memastikan lingkungan yang sehat dan nyaman dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Jadi pembayaran iuran sampah ini bebas kalau sampahnya juga dipilah. Nah, ini yang akan kita lakukan. Kenapa kita harus memilah sampah? Kenapa kita harus peduli terhadap lingkungan? Karena lingkungan ini adalah warisan yang akan kita berikan kepada generasi berikutnya,” pungkasnya.
Selain program iuran sampah gratis, Pemerintah Kecamatan Mariso juga mengumumkan rencana penataan permukiman melalui program renovasi rumah tidak layak huni.
Program bedah rumah tersebut direncanakan menyasar sedikitnya 93 unit rumah yang tersebar di sembilan kelurahan di Kecamatan Mariso.
Pengumuman program tersebut turut disampaikan dalam Pesta Rakyat Kecamatan Mariso yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Kegiatan di Kecamatan Mariso sekaligus menjadi penutup rangkaian Safari Pesta Rakyat HUT ke-81 RI yang digelar Pemkot Makassar secara maraton di 15 kecamatan se-Kota Makassar.
