Direktur Utama PT EPI, Andriyuda Siahaan
JAKARTA, SMARTMAKASSAR.COM – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mendorong penerapan Green Port melalui transformasi energi di lingkungan pelabuhan. Langkah ini ditempuh untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus menekan emisi dari aktivitas kepelabuhanan, antara lain lewat elektrifikasi peralatan dan pemanfaatan listrik dari darat bagi kapal yang bersandar.
PT Energi Pelabuhan Indonesia (PT EPI), bagian dari ekosistem Pelindo, berperan sebagai pendukung kesiapan dan pemanfaatan infrastruktur energi tersebut. Pengembangan layanan kelistrikan, termasuk Onshore Power Supply (OPS), menjadi salah satu langkah menerjemahkan agenda keberlanjutan ke dalam operasional.
Transformasi Energi Jadi Kunci Green Port

Direktur Utama PT EPI, Andriyuda Siahaan menyatakan transformasi energi merupakan aspek penting dalam penerapan Green Port. Menurut dia, peralihan ke operasional yang lebih ramah lingkungan membutuhkan infrastruktur kelistrikan yang andal dan sesuai kebutuhan pelabuhan serta kapal.
“Pelindo terus mendorong penerapan Green Port sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi dan mengurangi dampak lingkungan dari kegiatan kepelabuhanan. Dalam hal ini, PT EPI berperan mendukung implementasinya melalui penyediaan solusi dan infrastruktur energi yang andal, termasuk OPS dan elektrifikasi peralatan operasional,” ujar Andriyuda.
Komitmen itu dibahas dalam sesi panel “Pelabuhan sebagai Penggerak Green Shipping Corridor Indonesia” di Shangri-La Hotel, Jakarta, 7 Oktober 2026. Dalam forum tersebut, PT EPI membagikan pengalaman implementasi Green Port melalui pemanfaatan energi bersih agar operasional pelabuhan lebih efisien, bersih, dan andal.
OPS Tanjung Priok: Hemat BBM dan Tekan Emisi
OPS memungkinkan kapal memakai pasokan listrik dari darat saat bersandar, menggantikan generator berbahan bakar fosil. Penggunaan listrik darat berpotensi mengurangi konsumsi bahan bakar, emisi gas buang, dan kebisingan di sekitar area pelabuhan.
Di Pelabuhan Tanjung Priok, PT EPI telah mengimplementasikan tambahan dua unit OPS dengan kapasitas terpasang masing-masing 500 KVA. Dalam uji coba pada Juli 2026 bersama kapal Sinar Pajajaran, OPS mencatat penghematan sekitar 700 liter bahan bakar per hari sandar. Potensi penghindaran emisi mencapai sekitar 1,5 ton CO₂ per hari sandar.
Penggunaan OPS juga menunjukkan potensi efisiensi biaya energi lebih dari 40 persen dibandingkan penggunaan genset saat kapal bersandar.
Container Crane Beralih dari Diesel ke Listrik
Selain OPS, elektrifikasi peralatan bongkar muat menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Pada elektrifikasi container crane, peralihan dari mesin diesel ke tenaga listrik menunjukkan potensi penghematan biaya energi 33 persen, dengan kapasitas daya terpasang 1 MVA.
Tantangan: Kesiapan Infrastruktur dan Standar Teknis
Kedua implementasi itu menunjukkan transformasi energi dapat diterapkan nyata dalam operasional pelabuhan. Meski demikian, percepatan penerapannya tetap memerlukan kesiapan infrastruktur dan kesesuaian standar teknis.
Perluasan Bertahap
Melalui pengembangan infrastruktur dan layanan energi, PT EPI mendukung langkah Pelindo memperluas penerapan Green Port secara bertahap dan berkelanjutan. Dukungan ini diharapkan memperkuat keandalan pasokan energi sekaligus membuka peluang pengurangan emisi dan peningkatan efisiensi di pelabuhan Indonesia.
