KOLAKA, SMARTMAKASSAR.COM – Enam keluarga di tiga desa di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, kini menempati rumah yang lebih layak setelah menerima hasil rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari PT Vale Indonesia Tbk. Serah terima dilakukan pada Sabtu (17/10/2026).
Keenam rumah itu tersebar di Desa Longgori, Desa Huko-Huko, dan Desa Pesouha. Pengerjaan rehabilitasi berlangsung selama satu bulan, dimulai sejak 23 Agustus 2026.
Salah seorang penerima manfaat, Hasnah, warga Desa Huko-Huko, mengaku sebelumnya harus bertahan di rumah yang bocor setiap hujan turun. Air kerap membasahi bagian dalam rumah hingga kasur yang dipakai keluarganya harus diperas.
“Saya sangat bersyukur bisa tinggal di rumah baru yang sebelumnya tidak terbayangkan. Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada Vale Indonesia,” ujar Hasnah.
Penerima lainnya, Sulaeman, juga menyampaikan terima kasih atas bantuan rehabilitasi rumah yang diterima keluarganya.
Head of External Relations Regional & Growth Vale Indonesia, Endra Kusuma, mengatakan program RTLH merupakan bagian dari upaya perusahaan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah operasional Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa. Program ini merupakan rangkaian peringatan HUT ke-58 perusahaan pada Juli 2026.
“Selain kontribusi sosial, Program Pemberdayaan Masyarakat juga mencakup bidang kesehatan, pendidikan, dan ekonomi,” kata Endra.
Dalam pelaksanaannya, rehabilitasi rumah melibatkan kolaborasi dengan TNI dan masyarakat setempat. Komandan Kodim 1412/Kolaka, Letkol Inf. Choky Gunawan, menilai berbagai inisiatif perusahaan di Kolaka telah dirasakan manfaatnya oleh warga, mulai dari perbaikan fasilitas umum, dukungan penanganan dampak banjir, penghijauan, hingga perbaikan rumah warga.
“Kami juga melihat respons Vale Indonesia cukup cepat dalam berkolaborasi dengan kami, pemerintah daerah, serta perusahaan-perusahaan lain,” ujar Choky.
Vale Indonesia merupakan anak usaha MIND ID, Vale Canada Limited, dan Sumitomo Metal Mining. Perusahaan ini beroperasi di Sorowako, Sulawesi Selatan, serta mengembangkan proyek pertumbuhan di tiga provinsi di Sulawesi, termasuk Sulawesi Tenggara.
