_cuva
MAROS, SMARTMAKASSAR.COM — Kualitas udara di Maros, Sulawesi Selatan, berada pada kategori tidak sehat pada Selasa (14/10/2026) dini hari hingga pagi. Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV mencatat konsentrasi partikel PM2,5 menyentuh angka 131,3 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada pukul 06.00 WITA.
Berdasarkan data yang dirilis Stasiun Klimatologi Sulawesi Selatan dan dibagikan melalui akun Instagram resmi BMKG Wilayah IV, @bbmkgwilayah4, angka tersebut masuk kategori “Tidak Sehat” sesuai standar indeks kualitas udara nasional.
Grafik riwayat PM2,5 yang dirilis BMKG menunjukkan tren serupa sepanjang dini hari. Konsentrasi tercatat 148 µg/m³ pada pukul 00.00 WITA, lalu sempat melonjak ke level “Sangat Tidak Sehat” sekitar 157 µg/m³ pada pukul 01.00 WITA, sebelum berangsur turun namun tetap bertahan di kisaran 127–142 µg/m³ hingga pukul 05.00 WITA.
PM2,5 adalah partikel udara berukuran sangat kecil, kurang dari 2,5 mikrometer, yang dapat menembus saluran pernapasan hingga memengaruhi kesehatan. BMKG menyebut paparan pada level ini berisiko menimbulkan iritasi mata, hidung, dan tenggorokan, serta dapat memperburuk penyakit pernapasan, terutama pada anak-anak, lansia, dan kelompok rentan.
Imbauan BMKG
Merespons kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat Maros untuk:
• Menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah
• Mengurangi aktivitas fisik di luar ruangan
• Menutup jendela dan pintu rumah untuk mengurangi paparan udara luar
• Menjaga kesehatan dan memperbanyak minum air putih
Lima Kategori Indeks Kualitas Udara
Mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Nomor P.14/MENLHK/SETJEN/KUM.1/7/2020, indeks kualitas udara untuk PM2,5 terbagi dalam lima kategori: Baik (0–15,4 µg/m³), Sedang (15,5–55,4 µg/m³), Tidak Sehat (55,5–150,4 µg/m³), Sangat Tidak Sehat (150,5–250,4 µg/m³), dan Berbahaya (di atas 250,4 µg/m³).
Dengan konsentrasi 131,3 µg/m³, kualitas udara Maros pagi ini berada mendekati ambang batas kategori “Sangat Tidak Sehat”, sehingga BMKG meminta warga tetap waspada dan memantau perkembangan data kualitas udara melalui laman resmi cuaca.bmkg.go.id.
