MAKASSAR, SMARTMAKASSAR.COM — Upaya Pemerintah Kota Makassar membenahi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa mendapat apresiasi dari Menteri Lingkungan Hidup (LH)/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KBPLH), Moh. Jumhur Hidayat. Usai meninjau langsung lokasi bersama Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Jumhur menilai transformasi pengelolaan TPA Tamangapa menunjukkan kemajuan signifikan dan layak menjadi contoh bagi daerah lain.
Penilaian tersebut disampaikan Jumhur saat meninjau progres pembenahan TPA Tamangapa di Kecamatan Manggala bersama jajaran Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Rabu (5/8/2026).
Menurutnya, langkah cepat Pemerintah Kota Makassar dalam menghentikan praktik open dumping dan beralih menuju sistem sanitary landfill menunjukkan komitmen kuat dalam memperbaiki tata kelola persampahan.
Hasil peninjauan menunjukkan progres penutupan timbunan sampah telah mencapai sekitar 93 persen. Perubahan itu dinilai berdampak langsung terhadap lingkungan, terutama berkurangnya bau menyengat yang selama ini dikeluhkan warga di sekitar kawasan TPA.
“Ada sanitary landfill, ada juga controlled landfill. Ditutup dengan bioplastik atau biomembran, ada juga yang diuruk menggunakan tanah. Yang jelas, bau dari timbunan sampah itu sudah hilang,” ujar Jumhur.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri LH didampingi Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Makassar Helmy Budiman, serta jajaran Pemerintah Kota Makassar.
Jumhur meninjau langsung proses penutupan timbunan sampah open dumping yang sebelumnya mencapai ketinggian sekitar tujuh meter. Penanganan dilakukan melalui metode cover soil atau pengurukan tanah yang dipadukan dengan pemasangan bioplastik maupun biomembran di sejumlah titik.
Selain itu, ia juga melihat pembangunan akses jalan menuju kawasan TPA yang tengah dipersiapkan melalui pemasangan tiang pancang.
Tak hanya itu, Menteri LH mengunjungi rumah-rumah warga yang telah memanfaatkan gas metan dari timbunan sampah sebagai sumber energi, sekaligus meninjau sistem pengelolaan kolam lindi.
Jumhur mengapresiasi keseriusan Pemerintah Kota Makassar yang dinilai mampu menindaklanjuti arahan pemerintah pusat setelah sebelumnya TPA Tamangapa menerima sanksi administratif akibat tata kelola yang belum memenuhi ketentuan.
“Permintaan kami dari KLH kepada Pemerintah Kota Makassar sudah dilakukan dengan baik. Kira-kira sudah mencapai lebih dari 90 persen sesuai harapan yang kita inginkan, dan sekarang tinggal sedikit lagi,” katanya.
Menurut Jumhur, capaian tersebut membuktikan persoalan pengelolaan TPA dapat diselesaikan apabila pemerintah daerah memiliki komitmen kuat dan konsisten melakukan pembenahan.
“Ini satu contoh yang baik bagi kota-kota lain. Kalau punya niat, ternyata bisa,” tegasnya.
Meski demikian, ia mengingatkan masih ada beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan, salah satunya pembangunan sistem blocking agar air lindi tidak menyebar ke lingkungan saat musim hujan dan dapat langsung dialirkan ke fasilitas pengolahan.
“Pertama, dilakukan semacam blocking supaya kalau ada hujan, air lindinya tidak menyebar, tetapi langsung masuk ke sistem pengelolaan yang sudah dipersiapkan,” jelasnya.
Jumhur juga mengapresiasi pemanfaatan gas metan yang telah disalurkan ke sejumlah rumah warga. Menurutnya, inovasi tersebut mampu mengurangi emisi sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Sudah ada gas metan yang dimanfaatkan. Tadi kelihatan di beberapa tempat sudah disalurkan ke perumahan, dan alhamdulillah bisa mengurangi beban masyarakat karena dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi,” ungkapnya.
Ia menambahkan, penyempurnaan TPA Tamangapa tidak hanya bertujuan menyelesaikan persoalan sampah saat ini. Dalam jangka panjang, kawasan tersebut berpotensi dikembangkan menjadi ruang terbuka hijau maupun fasilitas publik lainnya setelah proses stabilisasi timbunan sampah selesai.
“Dalam beberapa tahun ke depan, timbunannya akan terus mengendap. Nantinya kawasan ini bisa dimanfaatkan menjadi hutan, taman, bahkan di beberapa tempat di dunia bekas TPA bisa menjadi lapangan golf,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan pemerintah kota akan terus menyempurnakan pembenahan TPA Tamangapa sesuai arahan dan pendampingan Kementerian Lingkungan Hidup.
“Tentu kami akan terus menyempurnakan seluruh proses yang telah dilakukan di bawah bimbingan Kementerian Lingkungan Hidup untuk memastikan seluruh sistem pengelolaan di TPA berjalan sesuai aturan dan tidak lagi menimbulkan pencemaran lingkungan,” kata Munafri.
Ia berharap dukungan seluruh pemangku kepentingan terus menguat agar pengelolaan sampah di Makassar semakin modern, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
“Kami berharap kerja sama semua pihak terus terjalin agar TPA ini semakin baik dan pengelolaannya semakin sempurna ke depan,” tutupnya.
