MAKASSAR, SMARTMAKASSAR.COM — Pembangunan Stadion Untia memasuki babak baru. Pemerintah Kota Makassar resmi membuka proses pemilihan penyedia jasa konstruksi melalui skema Design and Build, sebagai langkah awal dimulainya pembangunan stadion yang ditargetkan mulai berprogres pada tahun ini.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengatakan dokumen pengadaan telah tayang dan saat ini pemerintah menunggu penawaran dari para peserta tender sebelum menetapkan pemenang.
“Desain dan build-nya sudah tayang. Saat ini kita sedang menunggu penawaran yang baik untuk memastikan tahun ini sudah ada progres dari pekerjaan stadion di Untia,” ujar Munafri di Balai Kota Makassar, Kamis (9/7/2026).
Appi, sapaan akrab Munafri, menjelaskan pembangunan Stadion Untia akan menggunakan skema pembiayaan tahun jamak (multiyears) selama 2026–2027. Pada tahun pertama, pekerjaan difokuskan pada penimbunan lahan serta pembangunan struktur dasar stadion.
“Ini kan multiyears dua tahun. Jadi sekarang tahapannya tentu ada penimbunan, kemudian pembangunan kerangka dasar strukturnya,” katanya.
Menurutnya, proses tender akan berlangsung sekitar satu bulan sebelum pemerintah menetapkan penyedia jasa yang dinilai memenuhi seluruh persyaratan teknis dan administrasi.
“Terbuka untuk siapa pun kontraktornya. Setelah proses evaluasi selesai, baru ditentukan pemenangnya,” ujarnya.
Dengan nilai proyek sekitar Rp350 miliar, Munafri menegaskan seluruh proses pengadaan hingga pelaksanaan konstruksi akan diawasi secara ketat bersama aparat penegak hukum untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas.
“Ini tidak bisa salah-salah karena stadion bukan bangunan biasa. Ada standar teknis yang harus dipenuhi. Karena itu seluruh proses akan kami kawal bersama,” tegasnya.
Ia mengatakan Stadion Untia tidak hanya dibangun sebagai fasilitas olahraga, tetapi juga diproyeksikan menjadi pemicu tumbuhnya kawasan ekonomi baru di wilayah Untia.
Pemerintah Kota Makassar bahkan tengah menyiapkan grand design pengembangan kawasan agar kehadiran stadion mampu menarik investasi dan mendorong pembangunan sektor pendukung, termasuk kawasan komersial, properti, hingga pariwisata.
“Setelah stadion hadir, kami berharap developer maupun perusahaan properti bisa memanfaatkan potensi ekonomi yang tumbuh dari kawasan ini,” katanya.
Stadion Untia dirancang berkapasitas sekitar 16.000 hingga 17.000 penonton dan sepenuhnya dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Makassar.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir, mengatakan tahapan pengadaan telah dimulai sejak diumumkannya proses prakualifikasi penyedia jasa pada 3 Juli 2026 melalui Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE).
Menurutnya, proyek pembangunan Stadion Untia memiliki pagu anggaran sebesar Rp350 miliar dan akan dilaksanakan dengan metode Design and Build sehingga proses perencanaan dan konstruksi dilakukan secara terintegrasi.
Setelah tahapan prakualifikasi selesai, proses akan dilanjutkan dengan evaluasi administrasi, teknis, dan kualifikasi peserta. Pemerintah Kota Makassar menargetkan penyedia jasa dapat ditetapkan pada pekan keempat September 2026.
“Seluruh proses pengadaan kami laksanakan secara transparan, profesional, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Zuhaelsi.
Ia menjelaskan pekerjaan pada tahun pertama akan difokuskan pada penyusunan detail engineering design (DED), mobilisasi peralatan dan tenaga kerja, persiapan lapangan, serta pematangan lahan sebagai fondasi pembangunan konstruksi utama yang dijadwalkan berlangsung pada 2027.
“Pembangunan Stadion Untia merupakan salah satu proyek strategis Pemerintah Kota Makassar. Karena itu seluruh tahapan dilaksanakan secara bertahap agar pembangunan berjalan tepat waktu, tepat mutu, dan sesuai perencanaan,” tutupnya.
