SINJAI, SMARTMAKASSAR.COM — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat memperkuat literasi dan inklusi keuangan masyarakat pesisir melalui edukasi kepada keluarga nelayan di Desa Tongke-Tongke, Kabupaten Sinjai. Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga nelayan sekaligus memperluas akses terhadap layanan keuangan formal.
Kegiatan yang digelar bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia tersebut diikuti puluhan ibu rumah tangga keluarga nelayan. Materi yang diberikan mencakup pengelolaan keuangan keluarga, penyusunan perencanaan keuangan, membangun kebiasaan menabung, hingga perencanaan kebutuhan jangka pendek dan jangka panjang.
Selain meningkatkan kemampuan mengelola keuangan, peserta juga dibekali pemahaman mengenai penggunaan produk dan layanan jasa keuangan yang legal. OJK mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai investasi ilegal, pinjaman online ilegal, serta berbagai modus penipuan digital yang berpotensi menimbulkan kerugian finansial.
Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin, mengatakan literasi keuangan merupakan fondasi penting dalam membangun masyarakat yang mampu mengambil keputusan finansial secara bijak sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga secara berkelanjutan.
Untuk memperluas inklusi keuangan, OJK juga mendorong pemanfaatan Agen Laku Pandai sebagai perpanjangan layanan perbankan di wilayah pedesaan. Di Kabupaten Sinjai saat ini terdapat 1.403 agen yang melayani pembukaan rekening, transaksi perbankan, pembayaran, dan berbagai layanan keuangan lainnya sehingga masyarakat pesisir dapat mengakses layanan keuangan dengan lebih mudah dan aman.
OJK berharap peningkatan literasi dan akses terhadap layanan keuangan formal dapat memperkuat ketahanan finansial keluarga nelayan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir secara berkelanjutan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, kementerian, dan pelaku jasa keuangan.
