SMARTMAKASSAR.COM — Pemerintah Kota Makassar menegaskan komitmennya untuk memperkuat pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat dengan menjadikan hasil reses DPRD sebagai pijakan utama dalam penyusunan kebijakan daerah.
Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dalam Rapat Paripurna Pengumuman Masa Persidangan Kedua Tahun Sidang 2025/2026 yang dirangkaikan dengan penyampaian laporan hasil reses DPRD Kota Makassar.
Dalam forum yang digelar di Ruang Sipakatau, Kantor Wali Kota Makassar, Senin (20/4/2026), Munafri menekankan bahwa aspirasi masyarakat yang dihimpun selama masa reses memiliki peran strategis dalam menentukan arah pembangunan kota.
“Melalui forum ini, kita meyakini bahwa hasil reses merupakan pijakan penting dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih responsif dan inklusif,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Makassar terus mendorong berbagai program konkret yang menyentuh langsung kebutuhan warga, mulai dari percepatan pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan dasar seperti air bersih melalui PDAM, hingga pemenuhan kebutuhan sandang dan pangan.
Menurutnya, reses bukan sekadar agenda rutin legislatif, tetapi menjadi ruang penting bagi anggota dewan untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat di lapangan.
“Apa yang disampaikan masyarakat menjadi bahan penting dalam perumusan kebijakan pembangunan,” tambahnya.
Munafri juga menegaskan bahwa pemerintah kota akan menelaah dan menindaklanjuti setiap pokok pikiran DPRD yang bersumber dari hasil reses. Namun, hal tersebut tetap akan disesuaikan dengan prioritas pembangunan, kemampuan keuangan daerah, serta regulasi yang berlaku.
“Kami berkomitmen untuk mengkaji dan menindaklanjuti setiap masukan dengan mempertimbangkan aspek prioritas dan kapasitas fiskal daerah,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar menjadikan hasil reses sebagai salah satu rujukan utama dalam penyusunan program kerja, sehingga kebijakan yang diambil benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Munafri juga menyoroti pentingnya menjaga sinergi antara eksekutif dan legislatif. Menurutnya, hubungan kemitraan yang harmonis menjadi kunci dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel.
“Sinergi, komunikasi, dan koordinasi yang telah terbangun harus terus kita perkuat demi kemajuan Kota Makassar,” ujarnya.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan anggota DPRD Kota Makassar atas pelaksanaan reses yang telah berjalan dengan baik dan memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menegaskan bahwa hasil reses menjadi catatan strategis bagi pemerintah dalam menyempurnakan arah kebijakan ke depan.
“Hasil reses ini mencerminkan kebutuhan riil masyarakat yang harus direspons secara serius oleh pemerintah,” ujarnya.
Aliyah menambahkan, kolaborasi yang kuat antara eksekutif dan legislatif akan mempercepat penyesuaian kebijakan dengan dinamika kebutuhan masyarakat.
“Kami ingin memastikan setiap program benar-benar menjawab kebutuhan warga. Karena itu, hasil reses akan menjadi dasar evaluasi sekaligus penguatan prioritas pembangunan ke depan,” jelasnya.
