MANADO,SMARTMAKASSAR.COM – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menambah penyaluran Pertalite sebesar 30 persen dari rata-rata penyaluran normal harian untuk mengurai antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Sulawesi Utara (Sulut), Sabtu (17/10/2026).
Penambahan pasokan itu dilakukan di tengah meningkatnya barisan kendaraan yang mengantre BBM di sejumlah wilayah Sulut. Langkah tersebut diambil untuk memperkuat pasokan dan memenuhi kebutuhan BBM masyarakat.
Selain menambah volume penyaluran, Pertamina menambah jumlah operator di SPBU agar pelayanan kepada konsumen lebih cepat. Integrated Terminal (IT) Bitung juga dioperasikan selama 24 jam untuk menjaga kelancaran operasional dan penyaluran BBM.
Perusahaan turut menurunkan petugas marshall di area SPBU untuk mengatur antrean. Menurut Pertamina, pengaturan ini bertujuan agar pengisian BBM berlangsung tertib dan arus kendaraan di sekitar lokasi tetap lancar.
Dalam pelaksanaannya, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi bekerja sama dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan aparat penegak hukum (APH). Koordinasi itu mencakup pengaturan lalu lintas di sekitar SPBU serta pengawasan proses pengisian BBM.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan perusahaan terus melakukan berbagai langkah operasional untuk menjamin kelancaran penyaluran BBM.
“Kami melakukan penambahan penyaluran Pertalite sebesar 30 persen dari rata-rata harian normal, disertai penguatan operasional di SPBU dan Integrated Terminal Bitung yang beroperasi selama 24 jam. Kami juga menambah operator, menurunkan petugas marshall, serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat keamanan untuk membantu mengatur arus lalu lintas dan menjaga ketertiban di SPBU,” ujar Lilik.
Selain itu, Pertamina membagikan air mineral kepada konsumen yang mengantre di SPBU sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang harus menunggu giliran pengisian BBM.
Pertamina mengakui kondisi tersebut dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat. Perusahaan berkomitmen terus mengoptimalkan penyaluran dan pelayanan di lapangan serta memperkuat koordinasi dengan pihak terkait demi kelancaran distribusi energi di Sulut.
