MAKASSAR, SMARTMAKASSAR.COM – Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal (IT) Makassar memastikan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM), Liquefied Petroleum Gas (LPG), hingga Avtur di Sulawesi terdistribusi lancar. Pasokan itu ditopang infrastruktur penyimpanan, jaringan pipa, dan moda distribusi terintegrasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan industri.
Pjs. Integrated Terminal Manager Makassar, Ferry Nugroho, mengatakan keandalan pasokan menjadi prioritas utama perusahaan di tengah kebutuhan energi kawasan yang terus berjalan.
“Tugas kami memastikan energi selalu tersedia, kapan pun masyarakat dan industri membutuhkannya. Karena itu seluruh rantai distribusi, dari penerimaan, penimbunan, hingga penyaluran, kami jaga agar berjalan terintegrasi,” ujar Ferry.
Jangkauan Luas dari Makassar hingga Mamuju

Wilayah layanan IT Makassar mencakup Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Maros, Takalar, Jeneponto, Pangkep, Sinjai, Bantaeng, Selayar, Bulukumba, dan Bone, hingga Kota Parepare dan Mamuju.
Untuk menjangkau wilayah tersebut, terminal ini didukung jaringan lembaga penyalur yang terdiri atas 149 SPBU, 16 SPBU Kompak (APMS), dan 30 Pertashop. Jaringan itu dilengkapi puluhan agen dan pangkalan LPG serta konsumen industri.
“Jaringan penyalur yang luas memungkinkan energi sampai ke berbagai wilayah, termasuk daerah yang jaraknya jauh dari pusat kota. Itu bagian dari komitmen kami melayani masyarakat secara merata,” kata Ferry.
Suplai Terintegrasi Lewat Jalur Laut
Pasokan ke IT Makassar dilakukan melalui jalur laut dari sejumlah kilang dan terminal utama, yakni RU V Balikpapan, RU IV Cilacap, dan Fuel Terminal Tuban. Selain itu, pasokan juga berasal dari impor.
Pola suplai berlapis ini menjadi salah satu kunci menjaga ketersediaan produk. Dari sisi fasilitas, terminal mengoperasikan belasan tangki timbun aktif dengan kapasitas ribuan kiloliter untuk berbagai produk, mulai dari Pertalite, Pertamax, dan Solar hingga produk ramah lingkungan.
“Dengan tangki timbun yang memadai dan suplai dari beberapa sumber, kami punya ruang untuk menjaga stok tetap aman dan siap disalurkan,” ujar Ferry.
Pipa Avtur 19,3 Kilometer ke Bandara

Dukungan terhadap sektor penerbangan juga menjadi bagian penting layanan IT Makassar. Terminal ini memiliki pipeline transfer Avtur sepanjang 19,3 kilometer yang terhubung langsung dengan Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Sultan Hasanuddin.
Infrastruktur tersebut membuat pengiriman Avtur ke bandara lebih terkontrol dan efisien. Ketersediaan bahan bakar penerbangan menjadi krusial bagi kelancaran mobilitas orang dan barang di kawasan timur Indonesia.
“Pipa ini menjadi urat nadi penyaluran Avtur ke DPPU Sultan Hasanuddin. Kami pastikan pasokannya andal agar layanan penerbangan berjalan tanpa hambatan,” kata Ferry.
Operasional Andal, Lingkungan Terjaga
Di samping keandalan logistik, IT Makassar mengedepankan pengelolaan lingkungan dan inovasi sosial. Terminal ini meraih PROPER Emas pada 2023 dan 2024, serta PROPER Hijau pada 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Pada ajang ENSIA (Environmental and Social Innovation Award) 2025, IT Makassar meraih kategori Platinum untuk inovasi efisiensi energi, penurunan emisi, dan efisiensi air. Terminal ini juga memperoleh kategori Gold untuk pengelolaan sampah serta Silver untuk inovasi limbah B3 dan sosial. Pada 2026, terminal ini meraih TJSL dan BUMN Track Award kategori Gold.
