MAKASSAR, SMARTMAKASSAR.COM — Kepedulian terhadap lingkungan dan pembentukan karakter generasi muda menjadi dua hal yang perlu berjalan beriringan dalam membangun Kota Makassar. Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, mendorong masyarakat membiasakan pola hidup bersih sekaligus menanamkan nilai-nilai keagamaan sebagai fondasi bagi generasi penerus.
Pesan tersebut disampaikan Aliyah yang juga menjabat Ketua Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kota Makassar saat menghadiri Sosialisasi Peningkatan Peran Serta Masyarakat dalam Pengelolaan Persampahan Tahun 2026, Rabu (14/10/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar bersama BKMT Kota Makassar itu berlangsung di Rumah Jabatan Wakil Wali Kota Makassar, Jalan Ratulangi, Kompleks PDAM. Sejumlah staf dan perwakilan DLH serta ketua dan pengurus BKMT tingkat kecamatan turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Dalam arahannya, Aliyah menekankan bahwa persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Partisipasi masyarakat menjadi faktor penting untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman.
Menurutnya, kesadaran menjaga kebersihan harus dimulai dari kebiasaan sederhana, baik di rumah maupun di lingkungan tempat tinggal.
“Menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab kita bersama. Karena itu, dibutuhkan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat agar pengelolaan sampah dapat berjalan dengan baik. Perubahan harus dimulai dari kebiasaan sederhana di rumah dan lingkungan masing-masing,” ujar Aliyah.
Ia juga mendorong BKMT Kota Makassar mengambil peran lebih luas dalam mengedukasi masyarakat. Melalui kegiatan majelis taklim, pesan mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan membangun kepedulian terhadap lingkungan diharapkan dapat menjangkau lebih banyak keluarga.
Aliyah menilai, peran organisasi keagamaan tidak hanya terbatas pada pembinaan spiritual, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pengelolaan sampah.
Selain membahas pengelolaan persampahan, Aliyah turut mengungkapkan rencana Pemerintah Kota Makassar menghadirkan lomba menghafal Al-Qur’an khusus bagi kalangan remaja dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Makassar ke-419.
Menurutnya, kegiatan tersebut dirancang sebagai wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi sekaligus meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an.
“Kami ingin menghadirkan kegiatan yang tidak hanya meriah dalam rangkaian HUT Kota Makassar, tetapi juga memberikan manfaat bagi pembentukan karakter generasi muda. Melalui lomba menghafal Al-Qur’an ini, kita berharap semakin banyak remaja yang termotivasi untuk mencintai dan mendalami Al-Qur’an,” ungkapnya.
Aliyah menegaskan, pembangunan generasi masa depan tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan intelektual dan kemampuan akademik. Penanaman nilai agama, pembentukan karakter, serta pembiasaan perilaku yang baik juga harus menjadi perhatian bersama.
Ia berharap generasi muda Makassar tumbuh dengan berpegang pada prinsip 3A, yakni Adab, Aqidah, dan Akhlak. Ketiga nilai tersebut dinilai penting sebagai landasan dalam membentuk pribadi yang beriman, berkarakter, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
“Harapan kita, generasi yang akan datang tidak hanya cerdas dan memiliki kemampuan, tetapi juga mengedepankan 3A, yaitu Adab, Aqidah, dan Akhlak. Ketiganya harus menjadi fondasi dalam membentuk generasi yang berkarakter, beriman, dan mampu membawa kebaikan bagi masyarakat,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Aliyah menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, pengurus, dan anggota BKMT yang telah hadir serta menjaga hubungan silaturahmi.
Ia menyebut pertemuan tersebut sekaligus menjadi penutup rangkaian agenda pengajian BKMT Kota Makassar sepanjang 2026.
“Kami mengucapkan terima kasih banyak atas kehadiran dan silaturahmi seluruh pengurus serta anggota BKMT. Pertemuan ini menjadi momentum kebersamaan yang sangat berarti, sekaligus menandai penghujung agenda pengajian kita di tahun 2026. Semoga silaturahmi dan kebersamaan ini terus terjaga,” tuturnya.
Aliyah berharap kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat terus diperkuat, baik dalam meningkatkan kesadaran pengelolaan sampah maupun mendukung pembinaan keagamaan dan penguatan karakter generasi muda.
Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak menjadi kunci untuk membangun lingkungan yang lebih baik sekaligus menyiapkan generasi penerus yang memiliki landasan moral dan spiritual yang kuat.
Melalui sinergi tersebut, Pemerintah Kota Makassar berharap upaya mewujudkan kota yang bersih, sehat, religius, dan berkarakter dapat berjalan secara berkelanjutan.
