JAKARTA, SMARTMAKASSAR.COM — PT Pelindo Jasa Maritim (PJM), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero), terus memantapkan efisiensi dan keandalan layanan kepelabuhanan dengan memperkuat penerapan budaya Safety Excellence serta kesiapan infrastruktur pemanduan kapal di wilayah strategis Samarinda, Kalimantan Timur. Langkah ini ditandai dengan agenda kunjungan kerja (management walkthrough) yang dipimpin langsung oleh Direktur Operasi dan Teknik PJM, Warsilan.
Pemeriksaan lapangan yang berlangsung pertengahan Agustus 2026 tersebut menyasar sejumlah fasilitas utama, seperti Stasiun Pandu Muara Pegah dan Stasiun Pandu Mahulu. Peninjauan meliputi kesiapan stasiun radio, dermaga apung, alat pelindung diri (APD), hingga kesiapan fisik dan mental personel pandu di lapangan.
Direktur Operasi dan Teknik PJM, Warsilan, menjelaskan bahwa keandalan fasilitas pemanduan sangat krusial mengingat karakteristik jalur pelayaran di Samarinda sangat dinamis dan membutuhkan kehati-hatian tinggi.
“Kondisi lapangan menjadi salah satu pertimbangan penting dalam pengambilan keputusan, terutama karena karakteristik operasi pemanduan di Samarinda sangat dinamis dan membutuhkan kesiapan personel maupun fasilitas secara berkesinambungan,” ujar Warsilan dalam keterangan resminya, Selasa (1/9/2026).
Sebagai bagian dari perbaikan berlanjut, PJM menekankan implementasi hak Stop Work Authority (SWA). Kebijakan ini memberikan kewenangan dan kewajiban bagi setiap pekerja maupun kontraktor untuk menghentikan operasional secara sementara apabila melihat adanya tindakan atau kondisi kerja yang berpotensi membahayakan.
Pendekatan ini sejalan dengan arahan strategis Danantara untuk menggeser paradigma dari sekadar pencegahan kecelakaan (accident prevention) menjadi pengendalian risiko secara aktif (risk control). Dengan begitu, isu-isu terkait keandalan sarana, perangkat komunikasi, hingga fasilitas pendukung operasional dapat diidentifikasi, ditindaklanjuti, dan diverifikasi penyelesaiannya secara sistematis.
Melalui penguatan budaya keselamatan kerja (risk control) dan kesiapan armada pemanduan, PJM berkomitmen menjaga kelancaran rantai pasok logistik nasional di kawasan Kalimantan Timur secara aman, andal, dan berkelanjutan.
