MAKASSAR, SMARTMAKASSAR.COM — Upaya memperkuat pencegahan stunting terus dilakukan TP PKK Kota Makassar melalui program pemberian makanan bergizi bagi ibu hamil, batita, dan balita. Memasuki hari ke-20, program yang berlangsung di Kelurahan Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate, menunjukkan hasil positif dengan adanya peningkatan berat badan pada sejumlah anak penerima manfaat.
Peninjauan pelaksanaan program dilakukan di Kantor Kelurahan Maccini Sombala, Selasa (15/9/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Pokja IV TP PKK Kota Makassar dalam mendukung penanganan masalah gizi sekaligus mencegah dan menekan angka stunting.
Makanan bergizi diberikan secara gratis setiap hari dan disalurkan langsung oleh kader TP PKK Kecamatan Tamalate dan Kelurahan Maccini Sombala kepada ibu hamil, batita, dan balita yang menjadi penerima manfaat.
Maccini Sombala dipilih sebagai salah satu lokus program karena masih menghadapi persoalan stunting. Intervensi gizi tersebut dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan keluarga sebagai bagian penting dalam upaya perbaikan status gizi anak.
Peninjauan dihadiri jajaran pengurus TP PKK Kota Makassar, khususnya Pokja IV, Camat Tamalate, Ketua TP PKK Kecamatan Tamalate, Dinas Kesehatan Kota Makassar, kader TP PKK Kecamatan Tamalate dan Kelurahan Maccini Sombala, serta ibu hamil dan ibu yang memiliki batita dan balita penerima manfaat.
Ketua Bidang Pokja IV TP PKK Kota Makassar, Prof. Dr. Nurlina Subair, mengatakan program pemberian makanan bergizi tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan nutrisi anak.
Menurutnya, program tersebut sekaligus menjadi sarana edukasi bagi keluarga mengenai pentingnya pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga periode 1.000 hari pertama kehidupan.
“Masa prenatal hingga 1.000 hari pertama kehidupan merupakan periode penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak, termasuk perkembangan otak,” jelasnya.
Ia menilai pemenuhan gizi sejak masa kehamilan merupakan investasi jangka panjang dalam membentuk generasi yang sehat dan berkualitas.
“Kalau kita menjaga anak sejak masa kehamilan, 1.000 hari kehidupan hingga balita, insyaallah anak kita tumbuh menjadi anak yang tangguh dan mendapatkan kesempatan emas di masa depan,” tuturnya.
Prof. Nurlina juga mendorong masyarakat memanfaatkan bahan pangan lokal yang tersedia di wilayah Tamalate. Salah satunya ikan yang memiliki kandungan protein dan nilai gizi tinggi.
Menurutnya, letak Kecamatan Tamalate yang berdekatan dengan wilayah pesisir menjadi potensi yang dapat dimanfaatkan keluarga untuk memenuhi kebutuhan protein dengan sumber pangan lokal.
“Keterlibatan kader TP PKK bersama pemerintah kecamatan dan kelurahan semakin memperkuat upaya pencegahan masalah gizi. Orang tua juga diharapkan aktif memantau tumbuh kembang anak agar tidak ada lagi anak di Kecamatan Tamalate yang mengalami kekurangan gizi,” ujarnya.
Ketua Pokja IV TP PKK Kota Makassar, Indira Purnamasari, mengapresiasi perkembangan program setelah memasuki hari ke-20.
Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan berat badan pada anak-anak penerima manfaat. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu indikator bahwa pemberian makanan bergizi secara rutin memberikan manfaat bagi penerima.
“Alhamdulillah selama 20 hari ini, berat badan batita dan balita naik, ini menunjukkan adanya manfaat dari program ini. Kami akan terus memantau program ini setiap 20 hari ke depan, evaluasi akan terus dilakukan untuk melihat perkembangan penerima manfaat pada tahap berikutnya,” ujarnya.
Indira juga mengingatkan para orang tua, khususnya yang memiliki anak berusia di atas satu tahun, untuk memperhatikan kualitas dan keberagaman makanan yang diberikan.
“Pada usia 6 bulan ke atas, sekitar 80 persen kebutuhan gizi anak berasal dari makanan dan minuman. Karena itu, anak perlu diberikan makanan yang cukup dan beragam,” ujarnya.
Ia menegaskan, keberadaan kader yang mengantarkan makanan ke rumah penerima manfaat tidak sebatas menjalankan tugas distribusi.
Para kader juga diharapkan menjadi pendamping keluarga sekaligus sumber edukasi terkait pemenuhan gizi dan tumbuh kembang anak.
“Kader gizi ini bisa menjadi tempat berkonsultasi ketika ibu mengalami kendala dalam pemberian makanan atau melihat perubahan berat badan dan pola makan anak,” katanya.
Program pemberian makanan bergizi tersebut mendapat respons positif dari para penerima manfaat.
Salah seorang ibu hamil mengaku terbantu dengan adanya makanan bergizi yang diberikan secara gratis setiap hari. Ia juga mengapresiasi para kader yang secara rutin menyalurkan makanan tepat waktu.
“Terima kasih kepada TP PKK. Setiap hari kami mendapatkan makanan bergizi dan makanannya juga enak. Ini sangat membantu selama masa kehamilan,” ungkapnya.
Hal serupa disampaikan salah seorang ibu yang memiliki batita. Selain mendapatkan makanan bergizi secara rutin, dirinya juga memperoleh edukasi mengenai pola makan dan kesehatan anak.
Ia mengaku berat badan anaknya mulai mengalami peningkatan setelah mengikuti program tersebut.
Camat Tamalate, Muhammad Aril Syahbani, menyampaikan apresiasi kepada TP PKK Kota Makassar, Dinas Kesehatan, serta seluruh kader yang terlibat dalam pelaksanaan program.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam memastikan intervensi gizi dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak bagi masyarakat.
“Kami berharap kolaborasi yang telah terbangun dapat terus diperkuat, sehingga intervensi gizi tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan nutrisi ibu dan anak, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap penurunan angka stunting di Kecamatan Tamalate,” ujarnya.
Melalui program tersebut, TP PKK Kota Makassar bersama pemerintah kecamatan, kelurahan, Dinas Kesehatan, dan para kader berkomitmen memperkuat intervensi gizi berbasis keluarga.
Evaluasi akan dilakukan secara berkala untuk memastikan makanan yang diberikan sesuai kebutuhan penerima manfaat sekaligus memantau perkembangan status gizi anak.
Program ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung terwujudnya generasi Makassar yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.
