MAKASSAR, SMARTMAKASSAR.COM — Optimalisasi penerimaan pajak dinilai menjadi kunci bagi Kota Makassar untuk menjaga pertumbuhan ekonomi sekaligus memperluas kesejahteraan masyarakat. Karena itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sektor swasta dalam mengoptimalkan potensi penerimaan negara maupun daerah.
Hal tersebut disampaikan Munafri saat menghadiri kegiatan Tax Gathering Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara (Sulselbartra) Tahun 2026, Rabu (28/10/2026).
Mengusung tema “Harmoni Berkontribusi, Wujud Cinta untuk Negeri”, kegiatan tersebut berlangsung di Aula Rongkong Lantai 6, Gedung Keuangan Negara II, Jalan Urip Sumoharjo Km 4, Makassar.
Dalam sambutannya, Munafri yang akrab disapa Appi mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, Tax Gathering menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya kontribusi pajak bagi pembangunan.
“Atas nama Pemerintah Kota Makassar, kami mengucapkan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan Tax Gathering ini,” ujar Munafri.
Ia menambahkan, forum tersebut menjadi gambaran pentingnya kolaborasi antarpemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan daerah dan nasional.
Menurut Appi, optimalisasi penerimaan pajak tidak semata-mata berorientasi pada pencapaian target pendapatan. Lebih dari itu, penerimaan yang dikelola secara optimal diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, serta memperkuat perlindungan sosial bagi masyarakat.
Ia menjelaskan, pajak merupakan salah satu penopang utama pembiayaan pembangunan. Karena itu, pengelolaan pendapatan perlu dilakukan secara efektif dan efisien, terutama di tengah tuntutan agar belanja pemerintah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Sebagai kota perdagangan dan jasa yang tidak memiliki sumber daya alam sebagai penopang utama pendapatan, Kota Makassar mampu mengoptimalkan potensi ekonomi melalui aktivitas usaha, perdagangan, jasa, serta penerimaan pajak dan retribusi daerah,” ungkapnya.
Mantan CEO PSM Makassar tersebut menyebutkan, Pemerintah Kota Makassar pada tahun ini mampu merealisasikan pendapatan sekitar 97 persen dari target yang telah ditetapkan.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan pentingnya menjaga aktivitas ekonomi agar tetap tumbuh sekaligus memperkuat tata kelola pendapatan daerah.
“Kalau kita bicara tentang pajak, ini merupakan tulang punggung penerimaan kita untuk melakukan proses pembangunan. Makassar adalah kota barang dan jasa, sehingga kita harus memaksimalkan berbagai kegiatan ekonomi yang menjadi sumber pendapatan dari pajak dan retribusi daerah,” jelasnya.
Di hadapan jajaran Kanwil DJP Sulselbartra dan para pemangku kepentingan, Munafri turut memaparkan perkembangan sejumlah indikator ekonomi dan sosial Kota Makassar.
Ia menyebutkan, pertumbuhan ekonomi Makassar berdasarkan data yang disampaikannya mencapai 7,04 persen. Capaian tersebut diharapkan dapat dipertahankan agar memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Appi menegaskan, pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya tercermin dalam angka statistik, tetapi juga harus diikuti peningkatan kesempatan kerja dan penurunan angka kemiskinan.
“Pertumbuhan ini kita harapkan bisa terus dijaga. Kami ingin pertumbuhan ekonomi tidak hanya menjadi angka di atas kertas, tetapi benar-benar memberikan dampak langsung terhadap ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kota Makassar,” tuturnya.
Di sektor ketenagakerjaan, penurunan tingkat pengangguran terbuka masih menjadi salah satu tantangan yang perlu ditangani bersama. Pemkot Makassar menargetkan tingkat pengangguran terbuka dapat ditekan hingga di bawah lima persen pada 2029.
Untuk mencapai target tersebut, menurut Munafri, diperlukan iklim investasi yang kondusif agar semakin banyak usaha berkembang dan mampu menyerap tenaga kerja.
Sementara itu, ia menyebut angka kemiskinan di Makassar turun dari 4,36 persen pada tahun sebelumnya menjadi 4,22 persen pada 2026.
“Capaian ini tidak terlepas dari keterlibatan berbagai pemangku kepentingan dalam menjaga pertumbuhan ekonomi dan memperluas manfaat pembangunan bagi masyarakat,” katanya.
Selain mendorong optimalisasi penerimaan, Pemerintah Kota Makassar juga memperkuat perlindungan sosial bagi masyarakat berpenghasilan rendah melalui program Makassar BERJASA atau Berbagi Jaminan Sosial.
Melalui program tersebut, pemerintah mengalokasikan anggaran untuk memberikan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan kepada sekitar 81.000 pekerja rentan dan kelompok masyarakat sasaran, terutama melalui program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).
Munafri mengatakan, pemerintah kota juga merencanakan perluasan perlindungan melalui program Jaminan Hari Tua (JHT) pada 2027.
Program tersebut ditujukan untuk membantu melindungi keluarga pekerja berpenghasilan rendah dari risiko ekonomi ketika pencari nafkah utama mengalami kecelakaan kerja atau meninggal dunia.
Melalui perlindungan ini, pemerintah berharap keluarga peserta tetap memiliki penyangga ekonomi ketika menghadapi situasi sulit.
Appi menegaskan, perlindungan terhadap pekerja rentan merupakan bagian dari upaya memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata, terutama oleh masyarakat yang membutuhkan dukungan pemerintah.
Upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat juga dilakukan melalui pengembangan keterampilan dan kompetensi generasi muda. Salah satunya melalui program Makassar Creative Hub yang disiapkan sebagai ruang belajar dan pengembangan kemampuan bagi anak muda agar lebih siap memasuki dunia kerja maupun membangun usaha.
Munafri menjelaskan, fasilitas tersebut memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk meningkatkan keterampilan atau upgrading skills secara gratis sesuai minat dan potensi masing-masing.
Pelatihan yang tersedia mencakup beragam bidang, mulai dari kewirausahaan, bartender, penata rias atau makeup artist, hingga keterampilan lainnya.
Saat ini, Makassar Creative Hub telah beroperasi di dua lokasi, yakni kawasan Pantai Losari dan Jalan Nusantara. Pemkot Makassar menargetkan penambahan dua lokasi lagi sehingga jumlahnya menjadi empat pada tahun ini.
Ke depan, fasilitas tersebut direncanakan dapat diperluas hingga menjangkau seluruh 15 kecamatan di Kota Makassar.
“Kami membangun Makassar Creative Hub untuk memberikan ruang kepada anak-anak muda meningkatkan kemampuan dan pengetahuan. Ada yang ingin menjadi pengusaha, bartender, makeup artist, dan sebagainya. Silakan memanfaatkan fasilitas ini karena semuanya kami sediakan secara gratis untuk masyarakat,” ujarnya.
Menurut Munafri, penguatan keterampilan tenaga kerja menjadi langkah penting untuk meningkatkan daya saing sumber daya manusia sekaligus mendukung pertumbuhan sektor usaha di Makassar.
Dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan pasar, generasi muda diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk memperoleh pekerjaan maupun menciptakan lapangan kerja secara mandiri.
Menutup sambutannya, Munafri berharap kegiatan Tax Gathering 2026 menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun iklim ekonomi yang sehat, produktif, dan berkelanjutan.
Ia menilai, keberhasilan pembangunan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah daerah. Dukungan pemerintah pusat, pelaku usaha, sektor swasta, dan masyarakat diperlukan untuk menjaga aktivitas ekonomi serta memperluas manfaat pembangunan.
Sebagai kota perdagangan dan jasa, Makassar dinilai memiliki potensi untuk terus berkembang apabila didukung iklim investasi yang kondusif, optimalisasi penerimaan, penciptaan lapangan kerja, dan kebijakan yang tepat sasaran.
Karena itu, Appi mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi yang tidak hanya berfokus pada peningkatan penerimaan, tetapi juga memastikan hasil pembangunan dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kami berharap kerja sama dan kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, serta pihak swasta dapat memberikan dampak pembangunan yang langsung dirasakan oleh warga Kota Makassar,” tegasnya.
Ia optimistis, melalui penguatan penerimaan, peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, dan perluasan perlindungan sosial, Makassar dapat menjaga pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
