PANGKEP, SMARTMAKASSAR.COM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Selatan bersama Pemerintah Kabupaten Pangkep belum lama ini menghadirkan layanan kas keliling untuk warga Pulau Kapoposang, wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal). Warga kini dapat menukar uang tidak layak edar tanpa harus menempuh perjalanan ke daratan.
Layanan ini menjadi bagian dari program EWAKO KAPOPOSANG (Edukasi, Wujudkan Bakti Sosial di Kepulauan & Optimalkan Rupiah di Pulau Kapoposang). Kegiatan berlangsung di Desa Mattiro Ujung, Kecamatan Liukang Tupabbiring, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Rizki E. Wimanda, menyebut program ini sebagai wujud komitmen BI menjaga kualitas uang yang beredar, termasuk di daerah kepulauan.
“Kami ingin memastikan masyarakat di wilayah kepulauan memperoleh akses terhadap Rupiah yang layak, sejalan dengan clean money policy Bank Indonesia. Layanan ini kami dekatkan agar warga tidak perlu menempuh perjalanan jauh hanya untuk mendapatkan layanan perbankan,” ujar Rizki.
Program ini memadukan tiga kegiatan. Pertama, layanan kas keliling untuk menarik uang Rupiah tidak layak edar sekaligus menyediakan uang layak edar bagi masyarakat.
Kedua, edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah serta QRIS oleh dua Duta Muda CBP Rupiah Sulawesi Selatan. Edukasi menjangkau 150 warga serta 93 siswa SDN 12 Kapoposang dan SMP 13 Satap Pandangan. Sebanyak 130 warga bersama jajaran Pemkab Pangkep juga mengikuti edukasi ini.
Dalam kegiatan itu, peserta diajak mengenali ciri keaslian Rupiah dan memahami ketentuan penggantian uang rusak. Duta Muda CBP Rupiah juga memperkenalkan metode 5J dalam merawat uang, yakni jangan dilipat, jangan dicoret, jangan diremas, jangan dibasahi, dan jangan distaples. Selain itu, warga dikenalkan pada QRIS sebagai cara bertransaksi yang mudah serta diajak menggunakan Rupiah secara bijak, berbelanja produk dalam negeri, menabung, hingga berinvestasi. Para peserta menyatakan bersedia menjadi agen CBP Rupiah bagi keluarga dan kerabat mereka.
Ketiga, bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan dan pemberian obat gratis bagi 79 warga, serta pembagian 150 paket sembako. Paket tersebut juga memuat susu untuk mendukung pemenuhan nutrisi guna mencegah stunting dan menunjang tumbuh kembang anak.
Kegiatan dihadiri Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau, Deputi Kepala Divisi KPwBI Sulsel A. Yazid Niam, Kapolres Pangkep AKBP Aditya Pradana, unsur Forkopimda Pangkep Camat Liukang Tupabbiring Abdul Rahman, Kepala Desa Mattiro Ujung Hasanuddin, serta tokoh masyarakat Pulau Kapoposang.
Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau mengapresiasi inisiatif BI Sulsel yang peduli terhadap masyarakat di wilayah 3T, khususnya kepulauan.
“Kegiatan ini sangat membantu mewujudkan masyarakat yang sejahtera. Kami berharap ini juga memicu instansi lain untuk datang ke pulau-pulau di Kabupaten Pangkep,” kata Yusran.
Sementara itu, Deputi Kepala Divisi KPwBI Sulsel A. Yazid Niam menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Pangkep atas sinergi yang terjalin sehingga kegiatan di Pulau Kapoposang dapat terlaksana.
“Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Pangkep atas sinergi yang selama ini terjalin dengan baik, sehingga kegiatan di Pulau Kapoposang dapat berjalan,” ujar Yazid.
Ke depan, KPwBI Sulsel akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah untuk memperluas edukasi CBP Rupiah dan layanan kas secara bertahap ke berbagai wilayah 3T di Sulawesi Selatan, sesuai kebutuhan dan prioritas layanan.
“Kami berkomitmen agar masyarakat kepulauan tetap mendapatkan Rupiah yang layak, memahami cara menjaga Rupiah, dan mengenal pilihan transaksi digital yang bisa digunakan sehari-hari,” tuturnya.
