BATAM, SMARTMAKASSAR.COM – Jajaran Direksi dan Komisaris PT Pelindo Jasa Maritim (PJM) melakukan Management Walkthrough di Pulau Nipa, Kepulauan Riau, Senin (21/9), untuk memastikan kesiapan operasional Stasiun Pandu (STS Nipa) di perairan perbatasan.
Kunjungan ini menjadi bagian dari rapat rutin bulanan Komisaris dan Direksi PJM. Peninjauan tersebut sekaligus menjadi evaluasi operasional sejak soft launching Nipah Transfer Anchorage Area (NTAA) pada 25 Mei 2026.
Sebelum meninjau lokasi, rombongan terlebih dahulu bersilaturahmi ke Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IV Batam. Jajaran Kodaeral IV Batam menyatakan dukungan terhadap sinergi dan koordinasi dalam menjaga keamanan serta kelancaran aktivitas operasional di perairan Nipa.
Di Pulau Nipa, Direksi dan Komisaris memeriksa langsung kelengkapan sarana dan prasarana STS Nipa serta fasilitas pendukung, termasuk kondisi fender, LCT, dan infrastruktur operasional terkait. Pemeriksaan bertujuan memastikan seluruh fasilitas siap mendukung layanan ship-to-ship transfer, pemanduan, dan penundaan di perairan strategis Selat Malaka.
Management Walkthrough ini sejalan dengan program transformasi di bawah arahan strategis Danantara Indonesia. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara itu mendorong transformasi melalui pengelolaan portofolio yang lebih terarah, efisiensi organisasi, penguatan bisnis inti, serta peningkatan tata kelola dan kesiapan operasional. Peninjauan di STS Nipa menjadi bagian dari upaya perbaikan berkelanjutan (continuous improvement) PJM untuk memperkuat standar keselamatan, kesiapan armada, dan keandalan layanan maritim nasional.
SVP Sekretaris Perusahaan PJM, Tubagus Patrick, mengatakan kunjungan ini membuktikan komitmen perusahaan membangun sinergi antarpemangku kepentingan. “Kegiatan operasional STS Nipa ini adalah bukti kontribusi PT Pelindo Jasa Maritim mendukung pertumbuhan ekonomi di perbatasan negara,” ujarnya.
Menurut Patrick, kunjungan tersebut juga menegaskan komitmen PJM menjaga kedaulatan negara dengan mempertahankan standar operasional tertinggi, keselamatan kerja, dan kesiapan infrastruktur di seluruh wilayah kerja. Hal itu termasuk Pulau Nipa, salah satu pulau terluar strategis yang berbatasan langsung dengan Singapura dan menjadi pos penting TNI.
