MAKASSAR, SMARTMAKASSAR.COM — Upaya memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga terdampak kekeringan terus dilakukan Pemerintah Kota Makassar. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), distribusi air bersih diperluas ke sejumlah wilayah yang mengalami keterbatasan akses sumber air.
Hingga pembaruan data operasional terakhir, BPBD Kota Makassar telah menyalurkan 3.043.800 liter air bersih melalui 310 titik distribusi yang tersebar di sejumlah kawasan terdampak.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadli Tahar, mengatakan layanan tersebut telah menjangkau 8 kecamatan dan 58 kelurahan. Total penerima manfaat mencapai 26.888 kepala keluarga (KK) atau 92.931 jiwa.
“Pelayanan tersebut telah menjangkau 8 kecamatan dan 58 kelurahan, dengan total penerima manfaat mencapai 26.888 kepala keluarga atau 92.931 jiwa,” kata Fadli Tahar, Selasa (15/9/2026).
Menurut Fadli, seluruh langkah penanganan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi, dengan memusatkan perhatian pemerintah pada persoalan dan kebutuhan masyarakat yang membutuhkan respons cepat.
Ia menegaskan, penanganan kekeringan tidak hanya diukur berdasarkan volume air yang berhasil disalurkan. Lebih dari itu, pemerintah harus memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses terhadap kebutuhan dasar selama kondisi kekeringan berlangsung.
“Setiap titik distribusi adalah bentuk kehadiran pemerintah untuk menjaga kehidupan dan ketahanan warga,” ungkapnya.
Untuk mendukung kelancaran operasi di lapangan, BPBD Makassar mengerahkan 25 kendaraan operasional dengan total pergerakan mencapai 705 rit perjalanan.
Armada tersebut terdiri atas 4 mobil pemadam kebakaran (Damkar), 4 mobil tangki, 3 mobil pikap, dan 14 mobil dump truck.
Dengan dukungan armada tersebut, distribusi air bersih dilakukan secara berkelanjutan ke berbagai kawasan terdampak, termasuk permukiman yang mengalami keterbatasan sumber air.
Setiap perjalanan armada, kata Fadli, menjadi bagian dari upaya memastikan kebutuhan warga dapat dilayani secara cepat, terukur, dan tepat sasaran.
“Capaian 310 titik distribusi menunjukkan penanganan kekeringan terus bergerak mengikuti perkembangan kebutuhan masyarakat di lapangan,” tuturnya.
Fadli menambahkan, BPBD Makassar bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan, koordinasi, dan penyesuaian pola pelayanan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan distribusi air benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Penanganan kekeringan juga dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan sejumlah unsur pemerintah dan mitra penanggulangan bencana, di antaranya Damkarmat, PDAM, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), PMI, serta unsur terkait lainnya.
“Kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan distribusi air sekaligus mempercepat respons terhadap laporan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak,” terangnya.
Ia menilai, di tengah kondisi kekeringan, distribusi air bersih menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Bagi warga terdampak, air yang tiba di titik distribusi bukan sekadar angka dalam laporan operasional. Air tersebut menjadi kebutuhan penting untuk menunjang aktivitas sehari-hari sekaligus menjaga keberlangsungan kehidupan keluarga.
“Kami BPBD Kota Makassar berkomitmen untuk terus hadir dan bergerak selama penanganan TDB Kekeringan berlangsung, dengan memperluas jangkauan pelayanan sesuai kebutuhan di lapangan,” tukasnya.
