MAKASSAR, SMARTMAKASSAR.COM — PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mengklaim telah menambah penyaluran elpiji 3 kilogram hingga 30 persen dari rata-rata distribusi harian di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan. Langkah ini diklaim sebagai antisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga ketersediaan gas melon di tingkat pangkalan.
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan penambahan pasokan atau extra dropping dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan konsumsi dan kondisi stok di masing-masing daerah.
“Kami melakukan extra dropping hingga 30 persen dari rata-rata penyaluran harian untuk memperkuat pasokan di wilayah yang membutuhkan,” kata Lilik dalam keterangan tertulis, Jumat (11/9/2026).
Meski demikian, Pertamina tidak merinci wilayah mana saja di Sulawesi Selatan yang mengalami tekanan stok sehingga memerlukan penambahan pasokan. Perusahaan juga tidak menjelaskan secara gamblang apa penyebab awal terjadinya kelangkaan atau lonjakan permintaan yang memicu kebijakan ini, apakah murni faktor konsumsi masyarakat atau ada persoalan distribusi di tingkat agen dan pangkalan.
Di sisi lain, keluhan soal sulitnya mendapatkan elpiji 3 kg maupun BBM bersubsidi sempat ramai dikeluhkan warga di sejumlah daerah dan media sosial. Termasuk fenomena antrean panjang pembelian BBM eceran di Pertamini beberapa waktu terakhir. Namun rilis ini hanya menyinggung soal LPG 3 kg, tanpa menyebut kaitannya dengan persoalan kelangkaan BBM yang juga dikeluhkan warga.
Pertamina mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying dan membeli LPG sesuai kebutuhan melalui pangkalan resmi.
“Pasokan terus kami perkuat, sehingga masyarakat tidak perlu melakukan panic buying. Gunakan LPG secara bijak dan belilah sesuai kebutuhan. Jika menemukan kendala atau indikasi pelanggaran, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Customer Solution (PCS) 135,” ujar Lilik.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan lebih lanjut dari Pertamina soal evaluasi distribusi di tingkat agen maupun langkah konkret mengatasi dugaan permainan stok di lapangan yang kerap dikeluhkan masyarakat saat terjadi kelangkaan.
