MAKASSAR, SMARTMAKASSAR.COM — Karya batik penuh warna hasil kreativitas anak-anak dengan Down Syndrome mencuri perhatian pengunjung Trans Studio Mall (TSM) Makassar, Jumat (4/9/2026).
Pameran bertajuk “Motif Tanpa Batas” itu menjadi ruang bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk menunjukkan kemampuan sekaligus merayakan keberagaman.
Kegiatan yang digelar di area lantai dasar TSM Makassar, Jalan Metro Tanjung Bunga, tersebut merupakan puncak rangkaian kegiatan yang digagas Komunitas Orang Tua Anak Down Syndrome (KOADS) Sulawesi Selatan.
Ketua KOADS Sulsel, Rahmatullah, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperlihatkan proses kreatif anak-anak Down Syndrome dalam menghasilkan karya batik.
“Hari ini adalah hari puncak dari serangkaian kegiatan kami. Sebelumnya, kami telah sukses menjalani beberapa tahapan dalam rangka memeriahkan Hari Kemerdekaan, termasuk pameran di NIPAH Mall pada 29 Agustus kemarin,” kata Rahmatullah di sela kegiatan.
Menurutnya, proses pembuatan karya batik telah dimulai melalui pelatihan intensif selama tiga hari, yakni pada 18, 19, dan 20 Agustus 2026 di kawasan Benteng Rotterdam.
Belasan anak KOADS bersama orang tua dan relawan mengikuti proses belajar membatik dengan mengenal berbagai teknik, mulai dari penggunaan canting, teknik cap hingga batik ciprat.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana belajar keterampilan, tetapi juga memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk berkreasi dan mengekspresikan diri di ruang publik.
Hasil karya dari proses tersebut kemudian dipamerkan dalam kegiatan puncak di TSM Makassar. Selain pameran batik, acara juga dirangkaikan dengan demonstrasi membatik dan fashion show.
Anak-anak KOADS tampil percaya diri memperagakan busana berbahan batik hasil karya mereka. Antusiasme pengunjung terlihat dari tepuk tangan yang diberikan saat para peserta berjalan di area catwalk.
Perwakilan program Kota Kita, Bima, yang turut mendampingi kegiatan KOADS Sulsel sejak proses awal, mengatakan kegiatan tersebut menunjukkan pentingnya menyediakan ruang yang setara bagi penyandang disabilitas untuk berkarya.
“Kegiatan dengan tema ‘Motif Tanpa Batas’ yang diinisiasi oleh KOADS ini bukan hanya sekadar acara, tetapi bagaimana adik-adik dengan Down Syndrome mendapatkan ruang untuk berkarya dan mengekspresikan diri melalui membatik, fashion show, dan tari,” ujarnya.
Ia menilai inklusi tidak hanya berkaitan dengan akses terhadap fasilitas, tetapi juga kesempatan bagi setiap individu untuk berpartisipasi dan menunjukkan kemampuan.
“Kami berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti sebagai sebuah acara, tetapi menjadi awal serta bagian dari perubahan cara kita melihat difabel, bukan dari keterbatasannya, tetapi dari potensi, karya, dan kontribusinya dalam kehidupan kota,” katanya.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga datang dari Balai Sentra Wirajaya. Kepala Balai Sentra Wirajaya yang sebelumnya memberikan pelatihan batik ciprat kepada peserta KOADS turut hadir dalam pameran.
Ia mengapresiasi karya yang dihasilkan anak-anak Down Syndrome dan berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat terciptanya lingkungan yang inklusif di Kota Makassar.
“Tentu kami sangat bangga dan mendukung kegiatan pameran karya anak-anak Down Syndrome berupa batik ciprat. Semoga melalui kegiatan ini dapat menciptakan masyarakat Kota Makassar yang semakin inklusif, melalui pelibatan, partisipasi serta pemberian kesempatan yang setara kepada anak-anak DS,” ujarnya.
Pameran tersebut juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk RA Event Planner sebagai penyelenggara kegiatan dan manajemen Trans Studio Mall Makassar yang menyediakan lokasi pelaksanaan.
Perwakilan RA Event Planner mengatakan pihaknya bangga dapat terlibat dalam kegiatan yang memberikan ruang bagi anak-anak KOADS untuk berekspresi dan mengembangkan kreativitas.
“Kami selaku penyelenggara acara sangat berterima kasih sudah mempercayai kami, RA Event Planner, untuk dipilih sebagai wadah tempat untuk berkreasi, berimprovisasi, dan tumbuh berkarya bersama,” ujarnya.
Kolaborasi antara KOADS Sulsel, Kota Kita, Sentra Wirajaya, Trans Studio Mall Makassar, dan RA Event Planner diharapkan dapat terus dikembangkan untuk menghadirkan lebih banyak ruang publik yang ramah dan inklusif bagi penyandang disabilitas.
Rahmatullah mengatakan pameran tersebut menjadi bukti bahwa anak-anak Down Syndrome memiliki potensi yang dapat berkembang ketika mendapatkan kesempatan, pendampingan, dan lingkungan yang mendukung.
“Alhamdulillah, dari proses yang penuh tantangan ini, lahirlah karya-karya luar biasa yang membawa pesan bahwa setiap anak memiliki potensi, setiap tangan mampu berkarya, dan setiap karya memiliki cerita,” pungkasnya.
