_cuva
MAKASSAR, SMARTMAKASSAR — PT Vale Indonesia Tbk (PTVI) menegaskan komitmennya dalam menerapkan prinsip tata kelola lingkungan, sosial, dan korporasi (Environmental, Social, and Governance/ESG) melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) di seluruh wilayah operasinya.
Berdasarkan paparan Endra Kusuma, Head of External Relations Regional & Growth, PTVI saat ini mengelola wilayah Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) seluas 118.017 hektar yang tersebar di tiga provinsi Sulawesi.
Luasan tersebut mencakup Blok Sorowako (Sulawesi Selatan) seluas 70.566 ha, Blok Bahodopi (Sulawesi Tengah) seluas 22.699 ha, serta Blok Pomalaa dan Suasua (Sulawesi Tenggara) masing-masing seluas 20.286 ha dan 4.466 ha. Area pemberdayaan ini menjangkau 10 kecamatan dan 72 desa di sekitar wilayah operasional.
Guna memastikan efektivitas serta keberlanjutan program, PTVI menyusun Rencana Induk PPM (RI PPM) yang terintegrasi dengan kebijakan global seperti International Finance Corporation (IFC) dan International Council on Mining and Metals (ICMM).
“Rencana induk ini berfokus pada delapan bidang utama, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga kemandirian ekonomi,” ujar Endra di sela-sela sosialisasi MIND ID di Universitas Hasanuddin, Senin (31/8).
Endra menjelaskan, di Blok Sorowako, PTVI mendorong transformasi ekonomi pascatambang melalui pengembangan kawasan agrowisata berbasis komoditas unggulan budidaya nanas “PONDATA” di Desa Tabarano, serta optimalisasi potensi ecotourism dan agroforestry di Matano Iniaku, Desa Pasi-pasi.
Sementara di Blok Morowali, perseroan memfokuskan program pada sektor pertanian organik dan pengelolaan lingkungan. Melalui kolaborasi dengan dinas terkait, PTVI meluncurkan komoditas “Moroa Rice” yang melibatkan puluhan petani lokal serta pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui TPS3R untuk mendukung ekosistem ekonomi sirkular
Adapun di Blok Kolaka, PTVI memperkuat rantai pasok agribisnis lokal melalui Sekolah Lapang Kakao dan Pengembangan Rumah Pembibitan.
“Program ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas petani, memfasilitasi bibit unggul, serta memberikan nilai tambah pada produk olahan kakao lokal,” jelasnya.
Endra menagaskan, seluruh pelaksanaan program PPM PTVI mengacu pada prinsip transparansi, akuntabilitas, inklusivitas, serta penciptaan nilai bersama (shared value) bagi masyarakat di sekitar wilayah tambang.
