JAKARTA, SMARTMAKASSAR.COM — Palang Merah Indonesia (PMI) menyiapkan operasi kemanusiaan berskala besar untuk membantu masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Fokus penanganan meliputi layanan kesehatan, distribusi logistik, penyediaan air bersih, hingga dukungan psikososial bagi warga terdampak.
Ketua Umum PMI Jusuf Kalla mengatakan, sejak awal bencana terjadi, PMI telah bergerak melakukan respons cepat dengan menyalurkan bantuan kebutuhan dasar, mendirikan tenda darurat, serta memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak.
“Sejak awal bantuan sudah kita jalankan ke daerah, baik berupa tenda-tenda, makanan, dan kesehatan. Sekarang kita memikirkan tim WASH untuk air dan perbaikan air,” ujar Jusuf Kalla usai memimpin rapat penanganan Gempa NTT di Markas Pusat PMI, Jakarta Selatan, Selasa (18/8/2026).
PMI selanjutnya akan memperkuat operasi lapangan melalui pengiriman tim Water, Sanitation and Hygiene (WASH) untuk memastikan ketersediaan air bersih, sekaligus menambah dukungan medis berupa obat-obatan dan tenaga kesehatan dari sejumlah daerah seperti Jakarta, Solo, dan Surabaya.
“Tim kesehatan dari Jakarta, Solo, dan Surabaya akan menuju ke daerah tersebut. Sehingga operasi lengkap yang cukup besar akan dijalankan di NTT untuk menolong masyarakat yang terkena musibah,” kata JK.
Dalam penanganan awal, PMI telah menerjunkan 84 personel, tujuh kendaraan operasional, serta tujuh ambulans untuk mendukung layanan kesehatan dan evakuasi masyarakat terdampak. PMI juga telah mendirikan tenda darurat sebagai fasilitas pendukung pelayanan kesehatan di lokasi bencana.
Selain layanan medis, PMI telah mendistribusikan bantuan kebutuhan dasar, di antaranya 25 ribu liter air bersih, 675 hygiene kit, 1.075 selimut, 1.000 lembar sarung, 825 matras, 710 terpal, 300 kelambu, 300 pasang sepatu boots, 220 baby kit, 200 kitchen kit, 120 rompi, dan 50 tikar.
PMI juga memberikan layanan dukungan psikososial kepada 147 warga terdampak serta menyalurkan dana awal operasional kepada PMI Provinsi NTT sebesar Rp146,69 juta untuk memperkuat respons darurat di lapangan.
Jusuf Kalla memperkirakan operasi kemanusiaan PMI akan berlangsung selama dua hingga tiga bulan, terutama pada fase tanggap darurat. Setelah memasuki tahap pemulihan dan rekonstruksi, PMI tetap akan memberikan dukungan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Operasi kita ada kira-kira dua sampai tiga bulan. PMI selalu beroperasi pada zaman darurat. Setelah rekonstruksi, biasanya pemerintah yang melakukan rekonstruksi, walaupun kita juga akan membantu proses yang dapat dilaksanakan,” jelasnya.
Menurut JK, tantangan utama dalam distribusi bantuan adalah jarak pengiriman dari sejumlah wilayah seperti Jakarta dan Surabaya. Namun, PMI memastikan proses pengiriman dapat dilakukan melalui jalur udara, laut, maupun darat.
Selain dukungan dari pusat, PMI juga memperkuat distribusi bantuan melalui wilayah terdekat seperti Maumere dan daerah sekitar lokasi terdampak agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi lebih cepat.
Rapat penanganan Gempa NTT turut dihadiri pengurus PMI, perwakilan Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC), serta perwakilan Palang Merah Australia, Jepang, dan Amerika Serikat.
PMI memastikan seluruh langkah kemanusiaan terus dilakukan untuk membantu percepatan pemulihan masyarakat terdampak gempa serta memenuhi kebutuhan dasar warga selama masa darurat.
