JAKARTA, SMARTMAKASSAR.COM — Transformasi digital Pemerintah Kota Makassar mendapat sorotan dalam forum kota cerdas tingkat regional. Kepala Dinas Kominfo Kota Makassar, Dr. Muhammad Roem, tampil sebagai salah satu narasumber dalam JAKI & Fellowship Cities Forum 2026 yang mempertemukan pemerintah daerah, akademisi, pelaku industri, komunitas, serta pemangku kepentingan bidang kota cerdas.
Forum yang mengangkat tema “From Local Innovation to Regional Impact: Best Practices from ASEAN Smart Cities” tersebut digelar di Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Dalam forum tersebut, Roem memaparkan pengalaman Kota Makassar dalam membangun ekosistem digital pemerintahan melalui pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Salah satu inovasi yang menjadi perhatian adalah Super Apps Lontara+, platform digital yang dikembangkan Pemkot Makassar untuk mengintegrasikan berbagai layanan dan informasi publik dalam satu ekosistem.
Menurut Roem, kehadiran Lontara+ merupakan bagian dari upaya pemerintah menghadirkan layanan yang lebih mudah, cepat, terintegrasi, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“LONTARA+ resmi diluncurkan pada 27 Juli 2025 sebagai salah satu program prioritas Pemkot Makassar. Kehadirannya berangkat dari kondisi layanan digital Pemerintah Kota Makassar yang sebelumnya tersebar pada berbagai aplikasi milik OPD,” ujar Roem.
Ia menjelaskan, sebelumnya terdapat sedikitnya 358 aplikasi yang berjalan secara terpisah di lingkungan Pemerintah Kota Makassar.
Melalui Lontara+, berbagai layanan tersebut diarahkan untuk terintegrasi secara bertahap sehingga masyarakat tidak perlu mengakses banyak platform berbeda untuk mendapatkan layanan pemerintah.
Roem juga memaparkan perkembangan terbaru Lontara+ yang pada 17 Agustus 2026 meluncurkan tiga fitur tambahan.
Ketiga fitur tersebut yakni layanan administrasi kependudukan, pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) secara online, serta Makassar Move.
Makassar Move dirancang untuk mendukung pelacakan aktivitas fisik sekaligus pelaporan infrastruktur.
“17 Agustus 2026 baru-baru ini Lontara+ meluncurkan tiga fitur terbaru yakni layanan administrasi kependudukan, bayar PBB online dan Makassar Move untuk pelacakan aktivitas fisik dan pelaporan infrastruktur. Ini menjadi upaya Pemkot Makassar mempermudah akses masyarakat terhadap layanan publik,” papar Roem.
Menurutnya, pengembangan fitur tersebut menunjukkan komitmen Pemkot Makassar untuk terus memperluas layanan digital yang dapat diakses masyarakat secara lebih praktis.
Roem menyebut JAKI & Fellowship Cities Forum 2026 memiliki posisi strategis sebagai ruang pembelajaran sekaligus pertukaran pengalaman antarpemerintah daerah.
Forum tersebut dinilai dapat mempercepat transformasi digital melalui pertukaran wawasan, penguatan jejaring, serta kolaborasi antarwilayah.
“Bagi Makassar, ruang ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan inovasi yang lahir dari kebutuhan daerah sekaligus membuka peluang pertukaran pengetahuan dengan daerah lain yang memiliki pengalaman dalam pengembangan ekosistem kota cerdas,” tegasnya.
Ia berharap forum tersebut dapat memperkuat kolaborasi dan pertukaran praktik baik dengan pemerintah daerah lainnya.
Dengan demikian, inovasi digital yang dikembangkan di masing-masing daerah tidak berhenti sebagai solusi lokal, tetapi dapat memberikan manfaat lebih luas dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Roem menekankan, transformasi digital harus diarahkan untuk menghadirkan pelayanan yang semakin cepat, mudah, terintegrasi, adil, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Forum tersebut turut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai daerah dan instansi.
Di antaranya Direktur Kawasan, Perkotaan dan Batas Negara Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri RI, Dr. Drs. Amran, M.T.; Bupati Sumedang Dr. H. Dony Ahmad Munir, ST., MM.; Kepala Diskominfo Semarang Didik Dwi Hartono, S.H., Kp., M.M.; serta Kepala Diskominfo Bali Gde Wirakusuma Wahyudi, S.Sos.
Kehadiran Roem dalam forum tersebut sekaligus memperkenalkan pengalaman Makassar dalam mengembangkan layanan pemerintahan berbasis digital di tengah percepatan transformasi kota cerdas di kawasan ASEAN.
