MAKASSAR, SMARTMAKASSAR.COM — Keberhasilan 70 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Makassar menjalankan tugas pada rangkaian peringatan HUT ke-81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia mendapat apresiasi dari Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi.
Munafri menyampaikan rasa bangga tersebut saat menjamu makan bersama para anggota Paskibraka beserta orang tua masing-masing di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Selasa (18/8/2026) malam.
Dalam kesempatan itu, Munafri memberikan ucapan selamat sekaligus apresiasi kepada seluruh anggota Paskibraka yang dinilai berhasil melaksanakan tugas pengibaran dan penurunan Sang Merah Putih dengan baik.
“Atas nama Pemerintah Kota Makassar, saya mengucapkan selamat dan sukses serta apresiasi yang setinggi-tingginya,” ujar Appi.
Ia juga menyampaikan kebanggaannya terhadap para anggota Paskibraka yang telah menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.
“Saya juga menyampaikan rasa bangga kepada anak-anakku Paskibraka yang telah melaksanakan tugas dengan sangat sempurna,” sambung Munafri.
Menurutnya, menjadi anggota Paskibraka merupakan sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Dari sekian banyak anak seusia mereka yang memiliki keinginan menjadi Paskibraka, hanya sebagian yang mendapat kesempatan untuk menjalankan tugas negara tersebut.
“Pada pelaksanaan ulang tahun Negara Republik Indonesia ke-81, kegiatan ini tentu sangat istimewa. Kalian adalah orang-orang pilihan, terpilih dari begitu banyak anak-anak yang seusia kalian yang ingin menjadi Paskibraka,” katanya.
Munafri menegaskan, keberhasilan para Paskibraka tidak hanya menjadi kebanggaan mereka sendiri. Prestasi tersebut juga menjadi kebanggaan orang tua, pelatih, Pemerintah Kota Makassar, hingga seluruh masyarakat Kota Makassar.
Ia mengatakan, tugas sebagai Paskibraka membutuhkan kesiapan fisik dan mental yang kuat. Terlebih, para anggota masih berada pada usia muda sehingga proses menjalankan tugas membutuhkan perjuangan dan disiplin tinggi.
“Di usia yang masih sangat muda ini, dibutuhkan effort yang luar biasa. Bukan hanya kekuatan fisik, tetapi juga kekuatan mental yang harus terpuji. Alhamdulillah, kalian semua bisa melewatinya dengan sangat baik,” tuturnya.
Politisi Golkar tersebut juga memberikan penghargaan khusus kepada para pelatih dan seluruh tim yang selama berbulan-bulan membina para anggota Paskibraka.
Menurutnya, keberhasilan penampilan Paskibraka Kota Makassar tidak terlepas dari kesabaran dan kerja keras para pelatih dalam membentuk kemampuan serta kekompakan pasukan.
Munafri bahkan menilai formasi yang ditampilkan Paskibraka Kota Makassar dalam upacara HUT ke-81 RI merupakan salah satu penampilan terbaik yang pernah disaksikannya.
“Saya juga sangat mengapresiasi para pelatih dan tim pasukan yang tidak pernah berhenti melatih. Kita bisa bayangkan, mereka mulai melatih dari nol dengan penuh kesabaran,” jelasnya.
“Lebih hebat lagi, siswa-siswi membangun formasi yang sangat berbeda dan akhirnya menghasilkan sebuah formasi yang menjadi pembicaraan di mana-mana,” lanjut mantan CEO PSM tersebut.
Ia menuturkan, formasi yang ditampilkan Paskibraka Kota Makassar, baik saat prosesi pengibaran maupun penurunan bendera, memberikan warna tersendiri dalam pelaksanaan upacara HUT ke-81 RI tingkat Kota Makassar.
“Menurut saya, Paskibraka Kota Makassar adalah salah satu penampilan terbaik yang pernah saya lihat dalam kegiatan, baik penaikan bendera maupun penurunan bendera,” katanya.
Pada prosesi pengibaran Sang Merah Putih, Tim Narya mempersembahkan formasi yang terinspirasi dari Benteng Rotterdam dengan bentuk menyerupai seekor penyu yang tengah merayap menuju laut.
Formasi tersebut tidak sekadar menjadi rangkaian gerak dan barisan. Di dalamnya terdapat pesan mengenai karakter bangsa Indonesia, khususnya jiwa bahari masyarakat Sulawesi Selatan.
Sementara pada prosesi penurunan bendera, tugas dilaksanakan oleh Tim Gasta yang mempersembahkan formasi terinspirasi dari Stupa Candi Borobudur, salah satu simbol kebesaran peradaban dan warisan budaya Indonesia.
Di hadapan para Paskibraka dan orang tua, Munafri mengingatkan agar pengalaman selama menjalani pendidikan dan pelatihan tidak berhenti setelah tugas pengibaran bendera selesai.
Menurutnya, terdapat banyak nilai penting yang bisa menjadi bekal dalam menjalani kehidupan dan menentukan masa depan, mulai dari kedisiplinan, kekompakan, fokus, kemampuan berinteraksi hingga membangun jaringan.
“Banyak sekali pelajaran berharga yang kalian bisa dapatkan, terutama tentang kedisiplinan, kekompakan, fokus, dan yang lebih penting adalah interaksi. Membangun networking ini menjadi salah satu hal yang harus kita bangun secara bersama-sama,” imbuh Appi.
Ketua IKA FH Unhas itu berharap pengalaman menjadi Paskibraka dapat menjadi modal awal bagi para siswa dalam membangun masa depan.
Status sebagai mantan Paskibraka, kata dia, merupakan pengalaman berharga yang dapat menjadi bagian dari rekam jejak pribadi maupun profesional.
Munafri juga menekankan bahwa terpilih menjadi anggota Paskibraka bukan karena faktor kedekatan, keluarga, ataupun hubungan dengan pejabat.
Ia meminta para Paskibraka menyadari bahwa mereka terpilih karena memiliki talenta, kemampuan dan kepercayaan diri.
“Tetapi kalian punya talenta, punya kemampuan, punya percaya diri, dan itu kalian tunjukkan dengan sangat baik,” tegasnya.
Ia berharap capaian tersebut menjadi motivasi bagi para Paskibraka untuk terus meningkatkan kemampuan sekaligus menjaga karakter yang telah terbentuk selama proses pelatihan.
Sebagai bentuk penghargaan, Pemerintah Kota Makassar memberikan apresiasi berupa uang tunai kepada seluruh anggota Paskibraka.
“Ini adalah apresiasi yang bisa kami berikan dari Pemerintah Kota,” ungkapnya.
Tak hanya uang tunai, Munafri juga menyampaikan kabar bahwa para anggota Paskibraka Kota Makassar kembali mendapat kesempatan mengikuti studi wisata ke Bali.
Program tersebut menjadi bentuk apresiasi lanjutan Pemkot Makassar kepada para anggota Paskibraka yang telah menjalankan tugas dengan baik.
“Tahun lalu juga kami memberangkatkan untuk studi wisata ke Bali. Tahun ini masih mau ke Bali atau tidak?” tanya Munafri yang langsung disambut antusias para Paskibraka.
Di akhir sambutannya, Munafri berpesan agar para anggota Paskibraka tidak cepat berpuas diri setelah berhasil menjalankan tugas pada HUT ke-81 RI.
Menurutnya, perjalanan mereka masih panjang dan tantangan yang akan dihadapi di masa depan jauh lebih besar.
Munafri kemudian membagikan pengalaman pribadinya yang sejak dahulu memiliki cita-cita menjadi anggota Paskibraka. Namun, ia mengaku memiliki kendala ketika mengikuti latihan baris-berbaris.
Dengan nada bercanda, ia mengatakan bahwa meski gagal menjadi Paskibraka, dirinya akhirnya menjadi wali kota.
“Saya tidak lulus, mungkin saya tidak jadi Paskibraka. Saya jadi wali kota. Tapi mungkin seandainya saya jadi Paskibraka, mungkin lebih tinggi daripada wali kota,” ujarnya disambut tawa.
Di balik candaan tersebut, Munafri menekankan bahwa pengalaman menjadi Paskibraka dapat membentuk mental dan kedisiplinan seseorang sejak usia muda.
Menurutnya, karakter tersebut akan menjadi modal penting dalam menentukan masa depan.
“Kenapa? Karena mental dan kedisiplinan itu sudah tertanam dari awal. Ini modal yang sangat-sangat besar. Disiplin, fokus, kompak, ini modal. Kalian sudah punya modal itu, pertahankan dan tingkatkan,” pesan Appi.
