KOLAKA, SMARTMAKASSAR.COM — Hubungan kemitraan antara PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) dan masyarakat adat Tamalaki terus diperkuat untuk menjaga keberlanjutan investasi serta mendorong manfaat sosial-ekonomi bagi masyarakat di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.
Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan antara perwakilan masyarakat adat Tamalaki dengan manajemen PT Vale di Kolaka, Selasa (11/8/2026). Dialog tersebut menjadi ruang penyamaan persepsi antara perusahaan dan masyarakat dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif di wilayah Wonua Mekongga.
Pertemuan ini dihadiri 26 organisasi adat Tamalaki yang tergabung dalam tiga unsur utama, yakni Gabungan Aliansi, Poros Tengah, dan Formakom. Dalam forum tersebut, masyarakat adat menyampaikan dukungan, harapan, serta masukan terkait keberlanjutan kehadiran PT Vale di Kabupaten Kolaka.
Ketua Umum Tamalaki Wuta Kalosara Sultra, Mansiral Usman, mengatakan kebersamaan tiga unsur masyarakat adat dalam satu forum menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan dengan perusahaan.
“Ini menjadi momentum penting bagi kami, karena tiga unsur utama masyarakat adat Tamalaki bisa hadir bersama dalam semangat yang sama. Kami berterima kasih dan menyatakan dukungan penuh terhadap investasi yang dilakukan PT Vale di Wonua Mekongga ini,” ujar Mansiral.
Menurutnya, kehadiran PT Vale telah memberikan dampak positif terhadap masyarakat, khususnya melalui peluang kerja dan aktivitas ekonomi lokal. Ia berharap hubungan perusahaan dan masyarakat dapat terus dijaga agar manfaat investasi semakin dirasakan masyarakat Kolaka.
Dalam dialog tersebut, masyarakat adat Tamalaki menyampaikan sejumlah aspirasi, terutama terkait peningkatan keterlibatan tenaga kerja lokal, dukungan pendidikan, serta penguatan program pengembangan masyarakat.
Masyarakat berharap peluang kerja yang tumbuh dari aktivitas perusahaan dan mitra kerja PT Vale dapat semakin terbuka bagi masyarakat setempat. Selain itu, akses pendidikan melalui program beasiswa dinilai penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia lokal agar mampu bersaing di masa depan.
Penguatan program pemberdayaan masyarakat atau Corporate Social Responsibility (CSR) juga menjadi perhatian agar manfaat keberadaan perusahaan dapat memberikan nilai tambah sosial dan ekonomi secara berkelanjutan.
Ketua Umum Forum Swadaya Masyarakat Daerah (Forsda), Jabir Lahukuwi, menegaskan pentingnya menjaga investasi yang telah berjalan di Kabupaten Kolaka karena berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat dan pembangunan daerah.
“Kami sesungguhnya ingin menyelamatkan investasi di Kabupaten Kolaka. Jika investasi ini gagal, yang rugi kita semua. Sumber daya alam kita sudah dibuka, jadi jangan sampai investasi itu ditutup,” tegas Jabir.
Director of Project IGP Pomalaa PT Vale, Mohammad Rifai, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan keterlibatan masyarakat adat Tamalaki dalam menjaga suasana investasi yang positif.
Menurut Rifai, komunikasi terbuka antara perusahaan dan masyarakat menjadi fondasi penting agar pembangunan dapat berjalan selaras dengan kebutuhan daerah.
“Kami menyambut baik aspirasi yang disampaikan dalam pertemuan ini. Masukan tersebut menjadi bagian penting dari dialog yang terus kami bangun bersama masyarakat dan para pemangku kepentingan,” ujar Rifai.
Ia juga mendorong generasi muda Kolaka untuk terus meningkatkan kompetensi agar mampu mengambil peluang kerja sesuai kebutuhan dan perkembangan proyek.
Sebagai bagian dari Mining Industry Indonesia (MIND ID), PT Vale menegaskan komitmennya untuk menjalankan investasi dengan mengedepankan prinsip keberlanjutan, tata kelola yang baik, serta keterlibatan aktif para pemangku kepentingan.
Sinergi antara perusahaan dan masyarakat adat Tamalaki diharapkan menjadi fondasi dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan, menjaga iklim investasi, sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat Kabupaten Kolaka.
