MAKASSAR, SMARTMAKASSAR.COM — PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan ketahanan stok bahan bakar minyak (BBM) dan LPG 3 kg di Kabupaten Bone tetap terjaga.
Langkah tersebut dilakukan melalui pengaturan pasokan, penguatan distribusi, serta penambahan alokasi untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat.
Kepastian ketersediaan energi tersebut disampaikan dalam pertemuan koordinasi antara Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi dengan Komisi II DPRD Kabupaten Bone dalam kunjungan kerja di Kantor Unit Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Minggu (9/8).
Pertemuan tersebut dihadiri Sales Branch Manager Sulselbar VI Gas Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Wahyu Purwatmo, bersama Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bone, Andi Muhammad Idris, serta jajaran anggota Komisi II DPRD Bone.
Dalam pertemuan itu, Komisi II DPRD Bone menyampaikan aspirasi masyarakat terkait kebutuhan energi, khususnya ketersediaan BBM bersubsidi jenis Biosolar serta LPG 3 kg yang menjadi kebutuhan utama masyarakat di wilayah tersebut.
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan pengelolaan stok dan distribusi BBM serta LPG 3 kg di Kabupaten Bone terus dilakukan secara optimal dengan menyesuaikan kondisi kebutuhan di lapangan.
Untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi, Pertamina telah menyiapkan tambahan alokasi BBM dan LPG di atas rata-rata penyaluran harian normal. Upaya ini dilakukan agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi sekaligus mendukung aktivitas ekonomi dan mobilitas warga.
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bone, Andi Muhammad Idris, mengatakan kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan langsung kondisi pasokan energi sekaligus membawa aspirasi masyarakat terkait ketersediaan BBM subsidi dan LPG 3 kg.
“Kami telah menyampaikan aspirasi masyarakat Bone terkait kebutuhan Biosolar dan LPG 3 kg. Dari koordinasi yang dilakukan, kami mendapatkan penjelasan bahwa Pertamina telah menyiapkan tambahan alokasi di atas rata-rata kebutuhan harian. Kami mengimbau masyarakat Bone agar tetap tenang dan tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM maupun LPG,” ujar Andi.
Ia juga mengajak masyarakat ikut berperan dalam mengawasi penyaluran energi bersubsidi agar berjalan sesuai ketentuan dan tepat sasaran.
“Kami mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi penyaluran BBM bersubsidi dan LPG 3 kg di Kabupaten Bone. Apabila menemukan hal-hal yang tidak sesuai, dapat disampaikan melalui saluran pengaduan yang tersedia agar dapat ditindaklanjuti,” tambahnya.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan koordinasi bersama DPRD menjadi bagian penting untuk memperoleh gambaran kebutuhan energi secara langsung dari masyarakat dan pemerintah daerah.
“Masukan dari Komisi II DPRD Bone menjadi bagian penting bagi kami untuk terus mengevaluasi penyaluran BBM dan LPG di wilayah Bone. Pertamina akan menjaga ketersediaan pasokan melalui pengaturan distribusi yang dinamis sesuai kebutuhan lapangan, sekaligus memastikan penyaluran berjalan tertib dan tepat sasaran,” kata Lilik.
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi terus melakukan pemantauan kondisi stok dan penyaluran melalui jaringan lembaga penyalur. Koordinasi dengan pemerintah daerah, pengelola SPBU, dan agen LPG juga diperkuat agar perubahan kebutuhan masyarakat dapat segera direspons melalui langkah operasional yang tepat.
Masyarakat diimbau menggunakan BBM dan LPG sesuai kebutuhan serta peruntukannya. Pertamina juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying, karena stok dan tambahan alokasi telah disiapkan untuk menjaga kelancaran distribusi.
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi berkomitmen menjaga keandalan pasokan energi di Kabupaten Bone dan seluruh wilayah Sulawesi secara berkelanjutan melalui evaluasi pola konsumsi, kondisi stok, serta kebutuhan energi di masing-masing daerah.
