MAKASSAR, SMARTMAKASSAR.COM – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) memperkuat implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) sebagai upaya meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik.
Penegasan itu disampaikan Munafri saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) SAKIP Tahun 2026 lingkup Pemerintah Kota Makassar yang diselenggarakan Inspektorat Kota Makassar di Hotel Claro, Senin (6/7/2026).
Kegiatan tersebut diikuti seluruh kepala OPD, camat se-Kota Makassar, sekretaris perangkat daerah, hingga kepala subbagian perencanaan sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman dan kualitas penerapan SAKIP di lingkungan Pemerintah Kota Makassar.
Dalam arahannya, wali kota yang akrab disapa Appi itu menegaskan bahwa SAKIP bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan instrumen penting untuk mengukur akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan sekaligus menjadi indikator tata kelola yang baik.
“SAKIP adalah alat ukur bagaimana akuntabilitas pemerintah bisa kita jaga. Ini akan menjadi cerminan pola pengelolaan pemerintahan sekaligus memberikan dampak terhadap kepercayaan publik kepada pemerintah,” ujar Appi.
Ia menekankan pentingnya peran bagian perencanaan di setiap perangkat daerah dalam memastikan seluruh program dan kegiatan berjalan sesuai sasaran. Menurutnya, kualitas perencanaan menjadi faktor utama keberhasilan pelaksanaan program pemerintah.
“Kalau perencanaannya tidak kuat, maka seluruh proses eksekusi akan berantakan. Karena itu, seluruh perangkat daerah harus membangun sinergi agar setiap program benar-benar tepat sasaran dan tidak saling tumpang tindih,” katanya.
Munafri juga mengingatkan pentingnya koordinasi antarlembaga agar setiap kebijakan maupun penganggaran mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Seluruh perangkat daerah diminta memastikan setiap program yang dirancang benar-benar menjawab kebutuhan warga.
Pada kesempatan tersebut, Munafri mengungkapkan nilai SAKIP Pemerintah Kota Makassar mengalami penurunan. Menurutnya, kondisi itu harus menjadi bahan evaluasi bersama untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh, baik dari sisi dokumen maupun sistem kerja.
“Ini harus menjadi perhatian kita bersama karena akan berpengaruh terhadap tingkat kepercayaan masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menilai pemerintah dituntut semakin responsif di era digital. Berbagai keluhan masyarakat yang muncul di ruang publik harus dijawab melalui pelayanan yang cepat, komunikasi yang terbuka, dan kebijakan yang tepat sasaran.
Menurutnya, keberhasilan pemerintah tidak hanya diukur dari pelaksanaan program, tetapi juga dari kemampuan membangun komunikasi publik yang baik sehingga masyarakat memahami tujuan setiap kebijakan yang diambil.
Munafri menegaskan setiap keputusan harus didasarkan pada aturan dan fakta serta dapat dipertanggungjawabkan karena berdampak langsung terhadap kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Karena itu, ia meminta seluruh perangkat daerah segera melakukan pembenahan implementasi SAKIP, tidak hanya pada penyusunan dokumen, tetapi juga pada sistem kerja yang mampu menghasilkan bukti kinerja yang berkualitas.
Selain itu, Munafri meminta Inspektorat sebagai Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) terus memperkuat fungsi pendampingan, pembinaan, dan pengawasan agar implementasi SAKIP di seluruh perangkat daerah semakin optimal.
Ia juga mengimbau seluruh jajaran perangkat daerah tidak ragu berkonsultasi dengan Inspektorat apabila menghadapi kendala dalam pelaksanaan tugas maupun penerapan regulasi.
“Jangan menganggap berhubungan dengan Inspektorat itu sebuah aib. Justru manfaatkan pendampingan untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan,” pesannya.
Munafri berharap pelaksanaan bimbingan teknis tersebut dapat meningkatkan kapasitas aparatur sekaligus memperkuat komitmen seluruh perangkat daerah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada hasil.
“Dengan SAKIP yang berkualitas, wajah pemerintahan Kota Makassar akan semakin baik dan manfaat pembangunan benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tutupnya.
