SMARTMAKASSAR.COM — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor kelautan melalui penguatan kompetensi dan kesadaran keselamatan bagi nelayan serta awak kapal tradisional.
Hal tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM), Diklat Dasar-Dasar Keselamatan Kapal Tradisional (BST KLM), serta Diklat Kecakapan Kapal Tradisional Penangkap Ikan yang diselenggarakan oleh Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar.
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan rapat bersama Direktorat Lalu Lintas Laut Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, yang digelar di kampus PIP Makassar, Selasa (14/4/2026).
Dalam sambutannya, Munafri menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi pengingat pentingnya aspek keselamatan di sektor kelautan, khususnya bagi masyarakat pesisir yang menggantungkan hidupnya di laut.
Menurutnya, Kota Makassar memiliki delapan pulau dengan sebagian besar masyarakatnya berprofesi di sektor kelautan, sehingga pemahaman terhadap keselamatan menjadi hal yang sangat mendasar.
“Karena itu, pemahaman terhadap keselamatan menjadi hal yang sangat penting dan tidak bisa diabaikan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, masih banyak kecelakaan laut yang terjadi bukan semata karena faktor cuaca atau alam, tetapi juga akibat keterbatasan pengetahuan serta kurangnya kesiapan dalam menghadapi situasi darurat.
“Banyak kecelakaan terjadi bukan karena kondisi, tetapi karena kurangnya pemahaman dalam mengatasi persoalan di laut. Di sinilah pentingnya pelatihan seperti ini,” tambahnya.
Munafri juga mengapresiasi pelaksanaan diklat yang melibatkan lembaga pelatihan pelayaran, karena dinilai mampu meningkatkan wawasan serta keterampilan praktis peserta, terutama dalam prosedur keselamatan dan penanganan keadaan darurat.
Ia berharap para peserta tidak hanya mengikuti kegiatan secara formalitas, tetapi benar-benar memahami dan menguasai materi yang diberikan, baik teori maupun praktik.
“Peserta harus mengikuti dengan sungguh-sungguh agar ilmu yang didapat bisa diterapkan dalam aktivitas sehari-hari di laut,” imbuhnya.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik selama pelatihan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat diikuti secara optimal hingga selesai.
Lebih jauh, Munafri menekankan bahwa diklat ini harus menjadi momentum untuk membangun kompetensi yang andal, demi keselamatan diri sendiri maupun orang lain di lingkungan kerja.
“Ilmu yang diperoleh bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga harus bisa membantu orang lain di sekitar kita,” jelasnya.
Di akhir sambutannya, ia berharap seluruh peserta dapat menjadi awak kapal yang profesional, memiliki keterampilan memadai, serta menjunjung tinggi standar keselamatan dalam setiap aktivitas pelayaran.
“Setelah mengikuti diklat ini, saya ingin memastikan peserta menjadi awak kapal yang andal, profesional, dan memiliki kesadaran tinggi terhadap keselamatan,” tutupnya.
