_cuva
SMARTMAKASSAR.COM, MAKASSAR – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memprediksi mobilitas masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri 2026 akan meningkat signifikan, dengan estimasi jumlah pemudik di wilayah Sulawesi Selatan mencapai sekitar 5,4 juta orang.
Prediksi tersebut disampaikan dalam pemaparan kesiapan Satgas Ramadan dan Idulfitri 2026 yang disiapkan untuk memastikan kelancaran distribusi energi selama periode mudik Lebaran.
Berdasarkan proyeksi Pertamina, puncak arus mudik pertama diperkirakan terjadi pada 14–15 Maret 2026 dan puncak arus mudik kedua pada 18–19 Maret 2026.
Sementara itu, puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 24–25 Maret 2026 dan kembali meningkat pada 28–29 Maret 2026. Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Deny Sukendar, mengatakan peningkatan mobilitas masyarakat akan berdampak langsung pada konsumsi energi, terutama bahan bakar minyak dan LPG.
“Kami memperkirakan adanya peningkatan kebutuhan energi selama masa Satgas Ramadan dan Idulfitri, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat yang melakukan perjalanan mudik dan aktivitas selama Lebaran,” ujar Deny.
Ia menjelaskan, konsumsi sejumlah jenis energi diproyeksikan mengalami kenaikan dibandingkan kondisi normal. Di antaranya konsumsi bensin yang diperkirakan meningkat sekitar 6,2 persen, sementara LPG diprediksi naik sekitar 7 persen.
Selain itu, konsumsi avtur juga diperkirakan meningkat sekitar 3,2 persen seiring bertambahnya aktivitas penerbangan selama periode mudik.
Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan energi, Pertamina menyiapkan berbagai infrastruktur distribusi di wilayah Sulawesi, termasuk 17 terminal BBM, 7 terminal LPG, serta lebih dari 1.400 armada mobil tangki.
Selain itu, layanan energi juga didukung ratusan SPBU, SPBUN, agen LPG, hingga fasilitas tambahan di jalur mudik seperti Serambi MyPertamina yang menyediakan tempat istirahat bagi pemudik.
“Kami memastikan seluruh infrastruktur distribusi energi berada dalam kondisi optimal sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik selama Ramadan hingga Idulfitri,” jelas Deny.
Ia menambahkan, Pertamina juga menyiapkan berbagai langkah antisipasi di wilayah rawan bencana, cuaca ekstrem, serta jalur utama mudik guna menjaga kelancaran distribusi energi.
Satgas Ramadan dan Idulfitri Pertamina sendiri mulai bertugas sejak 9 Maret hingga 1 April 2026 untuk memastikan layanan energi bagi masyarakat tetap aman dan tersedia selama masa mudik Lebaran.
