SMARTMAKASSAR.COM, MAKASSAR – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan mendorong integrasi antara keuangan sosial dan komersial syariah guna memperkuat rantai nilai halal nasional.
Upaya ini disoroti dalam Forum Ekonomi Syariah yang digelar di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulsel, Selasa (10/3/2026), sebagai bagian dari rangkaian Pekan Ekonomi Syariah (PESyar) 2026.
Forum bertema “Integrasi Ekosistem Halal: Sinergi Keuangan Sosial dan Komersial Syariah dalam Memperkuat Rantai Nilai Halal Nasional” tersebut menjadi wadah diskusi dan edukasi untuk meningkatkan literasi ekonomi syariah di Sulawesi Selatan.
Pakar ekonomi syariah dari Universitas Airlangga, Raditya Sukmana, menilai pengelolaan wakaf perlu dilakukan secara profesional agar memberi dampak ekonomi yang lebih luas.
“Pengembangan wakaf produktif perlu diperluas sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat dan mendukung penguatan ekosistem halal,” ujar Raditya dalam forum tersebut.
Sementara itu, anggota Komite Pengembangan Keuangan Syariah, Dian Masyita, menekankan pentingnya peran lembaga keuangan syariah dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) dalam mendukung rantai nilai halal nasional.
Menurutnya, sinergi antara instrumen keuangan sosial seperti zakat dan wakaf dengan pembiayaan komersial menjadi kunci untuk menciptakan ekosistem halal yang inklusif dan berkelanjutan.
“Lembaga keuangan dan IKNB syariah memiliki peran strategis dalam memperkuat rantai nilai halal nasional melalui dukungan pembiayaan dan pengembangan industri halal,” kata Dian.
Forum ini dihadiri lebih dari 150 peserta dari berbagai unsur pemangku kepentingan, mulai dari Forkopimda, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), lembaga keuangan syariah, Halal Center, LAZNAS, pelaku usaha, pondok pesantren hingga akademisi.
Selain forum utama, BI Sulsel juga menggelar rangkaian Sharia Forum lainnya, yakni Workshop Pembiayaan Syariah bersama Bank Syariah Indonesia dan BPD Sulselbar Syariah pada 11 Maret 2026 serta Sharia Halal Lifestyle Talk pada 12 Maret 2026.
PESyar sendiri merupakan agenda tahunan BI Sulsel dalam rangka Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Kawasan Timur Indonesia. Kegiatan ini berlangsung sejak Februari hingga akhir Ramadan 1447 Hijriah dengan berbagai program, antara lain Sharia Fair berupa pasar Ramadan dan pameran modest fashion, Sharia Championship melalui lomba dakwah dan desain modest wear, serta penguatan ekosistem halal melalui pendampingan sertifikasi juru sembelih halal dan sertifikasi produk halal.
Ke depan, BI Sulsel menegaskan komitmennya untuk terus mendorong penguatan ekosistem halal secara terintegrasi dari hulu hingga hilir melalui peningkatan literasi, akses pembiayaan, serta pengembangan industri halal guna memperluas kontribusi ekonomi syariah terhadap perekonomian daerah.
