MAKASSAR, SMARTMAKASSAR.COM – Penguatan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), dan pembenahan sistem pembinaan menjadi agenda utama Munafri Arifuddin setelah ditetapkan sebagai Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Sulawesi Selatan periode 2026–2030.
Munafri, yang akrab disapa Appi, ditetapkan dalam Kongres Luar Biasa (KLB) Pemilihan Ketua Umum PSSI Provinsi Sulawesi Selatan di Hotel Aryaduta, Makassar, Selasa (27/10/2026).
Keputusan kongres tersebut menetapkan Munafri Arifuddin, S.H. sebagai ketua terpilih untuk masa bakti 2026–2030. Sementara itu, Mulia Prianto ditetapkan sebagai anggota formatur pendamping yang akan membantu proses penyusunan struktur kepengurusan.
Usai penetapan, Appi menegaskan bahwa amanah tersebut harus dijalankan melalui program konkret yang mampu memperkuat fondasi sepak bola Sulawesi Selatan, mulai dari kompetisi usia muda, pembinaan klub lokal, hingga penerapan tata kelola organisasi yang transparan.
Menurutnya, kemajuan sepak bola tidak dapat diwujudkan hanya melalui kerja organisasi semata. Diperlukan dukungan fasilitas yang memadai, kolaborasi antarasosiasi kabupaten dan kota (Askab/Askot), serta keterlibatan pemerintah.
“Upaya memajukan olahraga tidak bisa berdiri sendiri, melainkan membutuhkan dukungan dari semua pihak, fasilitas yang memadai, kolaborasi antar-Askab/Askot, dan dukungan penuh dari pemerintah,” ujarnya.
Mantan CEO PSM Makassar itu menilai, kebangkitan sepak bola Sulawesi Selatan membutuhkan semangat kolektif dari seluruh pemangku kepentingan. Sinergi antara pengurus provinsi, klub, pelatih, pemain, pemerintah, dan PSSI pusat menjadi bagian penting untuk mendorong kemajuan sepak bola daerah.
“PSSI Provinsi Sulawesi Selatan ini akan lebih besar kalau kita semua bersatu, mencurahkan segala sumber daya yang kita miliki untuk membangun sepak bola Sulawesi Selatan,” ajak Appi.
Ia juga berharap pengurus pusat PSSI memberikan dukungan dan arahan agar program pembinaan serta pengembangan sepak bola di Sulawesi Selatan dapat berjalan lebih terarah.
“Kepada Bapak Wakil Ketua Umum, Bapak Sekjen, dan seluruh pengurus pusat PSSI, kami butuh dukungan dan arahan maksimal,” imbuh Wali Kota Makassar tersebut.
Dalam kepemimpinannya, Munafri menempatkan pembangunan infrastruktur sebagai salah satu aspek penting untuk memperkuat ekosistem sepak bola di Sulawesi Selatan.
Ia mengungkapkan, terdapat rencana pembangunan dua stadion baru yang masing-masing akan dibangun oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kota Makassar.
Menurutnya, ketersediaan fasilitas olahraga perlu diiringi dengan sistem pembinaan yang terarah agar mampu menghasilkan pemain berkualitas dan meningkatkan daya saing sepak bola daerah.
“Pembangunan fasilitas dan pembenahan olahraga, kita harapkan menjadi tambahan ruang bagi aktivitas latihan, pembinaan atlet, serta pengembangan komunitas sepak bola di Sulawesi Selatan,” tutur Munafri.
Selain infrastruktur, peningkatan kualitas SDM juga menjadi perhatian dalam agenda kepengurusan baru Asprov PSSI Sulsel.
Munafri menyoroti keterbatasan jumlah wasit dan pelatih asal Sulawesi Selatan yang memiliki lisensi internasional. Padahal, tenaga teknis dengan kompetensi tinggi dibutuhkan untuk mendukung penyelenggaraan kompetisi yang berkualitas dan pembinaan pemain secara profesional.
Karena itu, pembinaan sepak bola ke depan tidak hanya berfokus pada pemain, tetapi juga mencakup peningkatan kompetensi pelatih, profesionalisme wasit, serta perluasan akses terhadap program sertifikasi.
“Dengan pembinaan SDM yang lebih kuat, kita mampu membangun ekosistem sepak bola yang berkelanjutan, mulai dari pembinaan usia dini hingga kompetisi tingkat senior,” katanya.
Munafri juga menargetkan sepak bola Sulawesi Selatan kembali menunjukkan prestasi di tingkat nasional, termasuk pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON).
Ia optimistis upaya tersebut dapat ditempuh melalui kerja sama seluruh elemen sepak bola, mulai dari organisasi, klub, pelatih, pemain, hingga dukungan pemerintah dan masyarakat.
Dalam konteks itu, Appi turut menyinggung PSM Makassar sebagai salah satu kekuatan sepak bola daerah yang dapat menjadi inspirasi dalam membangun prestasi.
Menurutnya, keberhasilan klub harus berjalan seiring dengan pembenahan organisasi dan penguatan pembinaan sepak bola secara menyeluruh di tingkat provinsi.
“Semangat kebersamaan, penguatan infrastruktur, serta peningkatan kualitas SDM, menjadi fondasi bagi kebangkitan sepak bola Sulawesi Selatan,” tutupnya.
Penetapan Munafri Arifuddin sebagai Ketua Asprov PSSI Sulsel periode 2026–2030 diharapkan menjadi awal penguatan tata kelola organisasi, perluasan pembinaan pemain, serta peningkatan daya saing sepak bola daerah di tingkat nasional.
Kongres tersebut turut dihadiri Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi, Wakil Ketua Umum PSSI Prof. Dr. Zainuddin Amali, Pelaksana Tugas Ketua PSSI Sulsel Mayjen Rudi Yulianto, serta para pemilik suara PSSI.
