BITUNG,SMARTMAKASSAR.COM – Ancaman terhadap satwa endemik Sulawesi Utara, Nuri Talaud (Eos histrio talautensis) atau yang dikenal warga setempat sebagai Sampiri, belum surut. Burung ini berstatus Endangered (terancam punah) menurut IUCN dan masuk Appendix I CITES, dengan penangkapan untuk perdagangan yang masih berlanjut. Untuk menekan ancaman itu, upaya konservasi kini dijalankan melalui edukasi dan pengembangbiakan (breeding) di Bitung, Sabtu (17/10/2026).
parrots
PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui Integrated Terminal (IT) Bitung menjalankan dua pendekatan sekaligus: edukasi lingkungan lewat Storylab for Sampiri dan program breeding untuk mendukung keberlangsungan populasi burung tersebut.
Storylab for Sampiri menyasar masyarakat, terutama generasi muda. Informasi konservasi disampaikan melalui cerita agar isu pelestarian satwa lebih mudah dipahami dan kepedulian tumbuh sejak dini. Sementara itu, program breeding ditempatkan sebagai bagian dari rangkaian konservasi yang membutuhkan dukungan masyarakat, komunitas pemerhati lingkungan, dan pemangku kepentingan terkait.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan pelestarian keanekaragaman hayati memerlukan keterlibatan bersama agar dampaknya berkelanjutan.
“Kami ingin mendorong semakin banyak masyarakat untuk mengenal dan peduli terhadap satwa endemik yang menjadi kekayaan alam Sulawesi Utara. Edukasi dan program breeding merupakan langkah yang saling melengkapi,” ujar Lilik.
Menurut Lilik, kolaborasi dengan komunitas lokal dan pihak yang peduli konservasi menjadi kunci menjaga keberlanjutan program.
Dari sisi ekologis, Sampiri berperan menjaga keseimbangan ekosistem, di antaranya membantu penyebaran biji melalui aktivitas makannya. Karena itu, perlindungan satwa perlu berjalan beriringan dengan penjagaan habitat dan peningkatan pemahaman publik tentang pentingnya keanekaragaman hayati.
Program ini juga dikaitkan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), yakni SDG 15 (Ekosistem Daratan), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Ke depan, perusahaan berharap upaya menjaga kekayaan hayati lokal dapat tumbuh menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan.
