MAKASSAR, SMARTMAKASSAR.COM — Pemerintah Kota Makassar dan Pemerintah Kota Pekanbaru resmi menjalin kerja sama untuk memperkuat kolaborasi di bidang tata kelola pemerintahan, transformasi digital, pelayanan publik, hingga pengembangan potensi daerah.
Kesepakatan bersama tersebut ditandatangani langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dan Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, di Balai Kota Makassar, Jumat (10/7/2026).
Penandatanganan nota kesepahaman itu disaksikan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) dari kedua pemerintah daerah sebagai langkah mempererat sinergi dan pertukaran praktik terbaik dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, mengatakan Makassar dipilih sebagai daerah tujuan studi tiru karena dinilai berhasil menghadirkan berbagai inovasi pemerintahan, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta menjaga kualitas pelayanan publik.
Sebelum mengikuti agenda resmi di Balai Kota, Agung mengaku menyempatkan diri berkeliling Kota Makassar dan berdialog dengan masyarakat mengenai kepemimpinan Munafri Arifuddin.
“Hari ini sebelum ke Balai Kota, kami berkeliling terlebih dahulu dan menanyakan langsung kepada masyarakat tentang kepemimpinan Wali Kota di Kota Makassar,” ujarnya.
Menurut Agung, Pemerintah Kota Pekanbaru ingin mempelajari strategi peningkatan PAD, tata kelola pemerintahan, pengelolaan lingkungan, hingga sistem pelayanan perizinan berbasis digital yang diterapkan di Makassar.
“Kami datang jauh dari Provinsi Riau karena ingin banyak belajar. Kami ingin mempelajari tata kelola pemerintahan, pengelolaan lingkungan, hingga sistem pelayanan perizinan terpadu berbasis digital,” katanya.
Ia menilai Makassar memiliki karakteristik yang hampir sama dengan Pekanbaru sebagai kota yang terus berkembang sehingga banyak pengalaman yang dapat diadopsi kedua daerah.
Selain itu, Agung mengaku tertarik mempelajari pengembangan Makassar Creative Hub yang dinilai berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan pengembangan talenta generasi muda.
Menurutnya, kerja sama tersebut tidak hanya menjadi ajang belajar bagi Pekanbaru, tetapi juga ruang berbagi inovasi yang telah dikembangkan pemerintahannya, termasuk percepatan layanan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) berbasis digital serta penataan kawasan reklame.
“Kami datang ke Makassar untuk belajar. Tetapi kami juga ingin saling berbagi pengalaman agar kedua daerah sama-sama berkembang dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan kesepakatan bersama tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi wadah bagi kedua daerah untuk saling bertukar pengalaman dalam meningkatkan kualitas pemerintahan dan pelayanan publik.
“Kami berharap setelah pertemuan ini, kami juga bisa mengambil bagian untuk mempelajari sistem yang dilakukan oleh teman-teman OPD. Jadi kerja sama ini bukan hanya Pekanbaru belajar dari Makassar, tetapi Makassar juga ingin belajar dari Pekanbaru,” kata Munafri.
Dalam kesempatan itu, Munafri memaparkan berbagai capaian pembangunan Kota Makassar, mulai dari pertumbuhan ekonomi yang mencapai 6,61 persen, tingkat kemiskinan yang berhasil ditekan menjadi sekitar 4,42 persen, hingga Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang masuk tujuh besar nasional.
Ia juga menjelaskan target Pemkot Makassar untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah dengan meningkatkan PAD hingga mampu melampaui dana transfer dari pemerintah pusat.
Munafri turut memperkenalkan sejumlah program unggulan, di antaranya Makassar Creative Hub sebagai pusat pengembangan talenta muda, integrasi layanan publik melalui aplikasi Lontara+ (Makassar Super Apps), serta program perlindungan sosial bagi puluhan ribu pekerja rentan melalui pembiayaan BPJS Ketenagakerjaan dari APBD.
Menurutnya, seluruh program tersebut dirancang untuk mempercepat transformasi pelayanan publik sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Melalui kerja sama ini, Pemerintah Kota Makassar dan Pemerintah Kota Pekanbaru berkomitmen memperkuat kolaborasi dalam pengembangan inovasi daerah, transformasi digital, peningkatan investasi, pelayanan perizinan, penguatan ekonomi kreatif, hingga berbagai sektor strategis lainnya demi menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas.
