MAKASSAR, SMARTMAKASSAR.COM – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin resmi melantik lima pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar periode 2026–2031. Kepengurusan baru diharapkan mampu memperkuat peran BAZNAS sebagai mitra strategis pemerintah dalam pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi umat melalui pengelolaan zakat yang profesional dan tepat sasaran.
Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan berlangsung di Baruga Anging Mammiri, Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Senin (6/7/2026).
Lima komisioner yang dilantik terdiri atas Usman Sofian sebagai Ketua, serta Yusran Sofyan, Abdul Azis Ilyas, Ahyar Amnur, dan Prof. Yusriani sebagai anggota BAZNAS Kota Makassar untuk masa bakti lima tahun ke depan.
Dalam sambutannya, wali kota yang akrab disapa Appi mengatakan pelantikan tersebut merupakan hasil dari proses seleksi yang panjang untuk menghadirkan kepemimpinan terbaik di tubuh BAZNAS Kota Makassar.
Menurutnya, kehadiran pimpinan baru diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengelolaan zakat sekaligus memperkuat kontribusi BAZNAS dalam mendukung pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pada kesempatan itu, Munafri juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran BAZNAS periode 2021–2026 atas dedikasi dan kinerja yang telah ditunjukkan selama masa pengabdian mereka.
“Pelantikan ini bukan hanya mengganti pengurus lama dengan yang baru, tetapi menjadi momentum untuk meningkatkan apa yang masih kurang dan memperkuat berbagai program yang telah berjalan baik. BAZNAS harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembangunan Kota Makassar,” ujarnya.
Munafri menegaskan zakat merupakan instrumen penting dalam pembangunan umat karena tidak hanya memiliki nilai ibadah, tetapi juga berperan dalam pemerataan ekonomi, penguatan solidaritas sosial, dan pemberdayaan masyarakat.
Karena itu, ia berharap potensi zakat di Kota Makassar dapat dikelola secara maksimal sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.
“Melalui BAZNAS kita bisa mengurangi kemiskinan, mengurangi kesenjangan sosial, dan menghadirkan empati kepada masyarakat,” katanya.
“Yang terpenting bukan hanya seberapa besar dana yang berhasil dihimpun, tetapi seberapa besar dana itu bisa dikembalikan kepada masyarakat secara tepat sasaran,” sambungnya.
Munafri juga mendorong agar program-program BAZNAS tidak hanya berorientasi pada bantuan konsumtif, tetapi lebih banyak diarahkan pada pemberdayaan ekonomi melalui bantuan modal usaha, pembinaan usaha mikro, dan penguatan komunitas ekonomi masyarakat.
Menurutnya, pendekatan tersebut akan memberikan dampak yang lebih berkelanjutan dalam upaya menekan angka kemiskinan di Kota Makassar.
Selain itu, ia meminta kepengurusan baru menyusun target penghimpunan dan penyaluran zakat berdasarkan data yang valid agar seluruh program benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
“BAZNAS harus bermain dengan data. Jangan hanya berdasarkan perkiraan. Semua target harus memiliki dasar yang jelas, termasuk memanfaatkan data tahun-tahun sebelumnya yang terus diperbarui agar program yang dijalankan tepat sasaran,” tegasnya.
Munafri memastikan Pemerintah Kota Makassar akan terus melakukan evaluasi terhadap kinerja BAZNAS agar seluruh program berjalan sesuai target dan terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.
Ia juga mengajak aparatur sipil negara (ASN), badan usaha milik daerah (BUMD), dunia usaha, serta masyarakat yang telah memenuhi syarat sebagai muzakki untuk menyalurkan zakat melalui BAZNAS Kota Makassar.
“Semakin besar potensi zakat yang dihimpun, semakin besar pula manfaat yang dapat dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham berharap kepengurusan baru BAZNAS mampu menjalankan amanah dengan penuh integritas dan terus memperkuat sinergi bersama Pemerintah Kota Makassar.
“Atas nama Pemerintah Kota Makassar, saya mengucapkan selamat kepada Pimpinan BAZNAS Kota Makassar Periode 2026–2031 yang telah dilantik,” ucap Aliyah.
Menurutnya, amanah tersebut bukan sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab besar untuk memastikan zakat, infak, dan sedekah dikelola secara profesional, transparan, serta tepat sasaran.
Aliyah berharap BAZNAS terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung pengentasan kemiskinan, pemberdayaan ekonomi umat, dan pelaksanaan berbagai program sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Dengan kolaborasi yang kuat, insya Allah kita dapat mewujudkan Makassar yang semakin peduli, inklusif, dan sejahtera bagi seluruh warganya,” tutupnya.
