MAKASSARa, SMARTMAKASSAR.COM — Pemerintah Kota Makassar terus memperkuat pemerataan pembangunan di wilayah kepulauan melalui berbagai program strategis yang menyasar sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar. Komitmen tersebut ditunjukkan langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, Jumat (12/6/2026).
Kunjungan yang dipusatkan di Pulau Barrang Lompo dan Pulau Bone Tambu itu bertujuan memastikan masyarakat kepulauan mendapatkan akses layanan publik dan program pembangunan yang setara dengan wilayah daratan.
Dalam agenda tersebut, Munafri menyerahkan berbagai bantuan kepada masyarakat, termasuk bantuan pendidikan senilai sekitar Rp2,1 miliar yang dialokasikan untuk perbaikan sarana dan prasarana sekolah serta pemberian beasiswa bagi siswa SD dan SMP di wilayah kepulauan.
Dari total anggaran yang disalurkan melalui Dinas Pendidikan Kota Makassar, sebesar Rp900 juta diperuntukkan bagi jenjang Sekolah Dasar (SD), sedangkan Rp1,2 miliar dialokasikan untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP).
“Bantuan ini merupakan bentuk perhatian Pemerintah Kota Makassar untuk memastikan anak-anak di wilayah kepulauan mendapatkan akses pendidikan yang layak dan berkualitas,” ujar Munafri.
Selain menyerahkan bantuan secara simbolis kepada para siswa, Wali Kota juga meninjau langsung kondisi SD Inpres Barrang Caddi II di Pulau Bone Tambu. Sejumlah siswa turut menerima bantuan beasiswa yang diharapkan dapat menunjang keberlanjutan pendidikan mereka.
Dalam kunjungan tersebut, Munafri juga mengecek kondisi SMP Negeri 42 Satu Atap Bone Tambu yang saat ini terdampak abrasi pantai. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah karena berpotensi mengganggu aktivitas belajar mengajar apabila tidak segera ditangani.
Menurutnya, peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi bangunan sekolah sekaligus mengidentifikasi kebutuhan penanganan yang diperlukan agar fasilitas pendidikan tetap aman dan dapat digunakan dalam jangka panjang.
Munafri memastikan revitalisasi sekolah di Bone Tambu akan menjadi salah satu prioritas dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2027.
“Kalau di anggaran perubahan tahun ini tidak memungkinkan karena kondisi bangunan membutuhkan penanganan menyeluruh. Insya Allah pada APBD pokok tahun 2027 kita akan melakukan revitalisasi maksimal terhadap sekolah SD dan SMP yang ada di Bone Tambu, termasuk fasilitas rumah dinas guru,” katanya.
Ia menambahkan, penyediaan rumah dinas guru menjadi langkah penting untuk mendukung kelancaran rotasi kepala sekolah dan tenaga pendidik yang bertugas di wilayah kepulauan.
Di sektor pendidikan, Munafri juga menekankan pentingnya kedisiplinan dan kehadiran guru di sekolah-sekolah pulau. Menurutnya, berbagai insentif khusus telah diberikan kepada tenaga pendidik yang bertugas di wilayah terluar sehingga pelayanan pendidikan harus berjalan secara maksimal.
“Guru yang sudah ditempatkan wajib hadir dan menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab. Jangan sampai insentif dinikmati tetapi kewajiban tidak dijalankan. Bagaimana anak-anak kita bisa mendapatkan pendidikan yang baik kalau gurunya tidak ada,” tegasnya.
Karena itu, ia meminta Dinas Pendidikan Kota Makassar untuk memperketat pengawasan terhadap tingkat kehadiran guru sekaligus memastikan kualitas layanan pendidikan terus meningkat di wilayah kepulauan.
Selain pendidikan, Pemerintah Kota Makassar juga memberi perhatian besar pada peningkatan layanan kesehatan masyarakat pulau. Salah satu program yang tengah dipersiapkan adalah pengadaan ambulans laut guna mempercepat proses evakuasi dan rujukan pasien ke daratan.
Munafri mengungkapkan, selama ini proses penanganan pasien kerap terkendala faktor cuaca dan keterbatasan sarana transportasi.
“Mudah-mudahan tahun ini sudah bisa tersedia ambulans laut. Selama ini kendalanya ada dua, yakni cuaca dan transportasi. Kadang cuacanya baik tetapi transportasinya tidak ada, atau sebaliknya. Karena itu harus ada layanan yang memang disiapkan khusus untuk wilayah kepulauan,” jelasnya.
Tak hanya ambulans laut, Pemkot Makassar juga menyiapkan berbagai program pendukung lainnya, mulai dari bantuan sanitasi dan jamban masyarakat, peningkatan fasilitas kesehatan, perbaikan sekolah, hingga penguatan infrastruktur dasar di wilayah kepulauan.
Munafri menegaskan bahwa pulau-pulau di Kecamatan Kepulauan Sangkarrang merupakan bagian integral dari Kota Makassar yang harus mendapatkan perhatian dan pelayanan pembangunan yang setara.
Menurutnya, pemerataan pembangunan menjadi kunci dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah.
“Pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar hingga pelayanan publik menjadi prioritas yang harus kita jalankan,” pungkasnya.
