JAKARTA,SMARTMAKASSAR.COM — Transformasi bisnis infrastruktur digital yang dilakukan TelkomGroup mulai menunjukkan hasil positif. PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia) mencatatkan kinerja keuangan yang solid pada semester I 2026 dengan membukukan pendapatan sebesar Rp7,7 triliun.
Selain pertumbuhan pendapatan, InfraNexia juga mencatat peningkatan bisnis dari pelanggan eksternal di luar ekosistem TelkomGroup. Pendapatan eksternal tumbuh 31 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp939 miliar.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayaan industri terhadap infrastruktur yang dikelola InfraNexia, termasuk dari operator telekomunikasi, penyedia layanan internet (ISP), perusahaan digital, hingga pelanggan korporasi.
Sebagai bagian dari TelkomGroup, InfraNexia berperan dalam memperkuat fondasi infrastruktur digital nasional melalui pengelolaan jaringan yang lebih terintegrasi, efisien, dan terbuka bagi kebutuhan industri.
Transformasi ini juga sejalan dengan arah penguatan pengelolaan aset negara melalui Danantara Indonesia, dengan mendorong aset strategis agar semakin produktif, memiliki daya saing, serta memberikan nilai ekonomi berkelanjutan.
Sejak pengalihan sebagian bisnis dan aset wholesale fiber connectivity dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk yang efektif pada 1 Januari 2026, InfraNexia memasuki fase baru dengan skala operasi dan kapabilitas infrastruktur yang lebih besar.
Pada segmen Wholesale Network yang mencakup Metronexia, Wavenexia, dan IP Nexia, perusahaan mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 12,7 persen secara tahunan.
Pertumbuhan tersebut didukung meningkatnya kebutuhan layanan core network dan kapasitas jaringan seiring dengan percepatan aktivitas digital masyarakat dan industri.
Selain itu, segmen FTTx & Infrastructure Sharing terus diperkuat untuk mendukung optimalisasi pemanfaatan infrastruktur sekaligus membuka peluang kolaborasi lebih luas dengan berbagai pelaku industri.
Dari sisi kinerja keuangan, InfraNexia mencatat margin EBITDA sebesar 54,5 persen pada semester I 2026.
Pencapaian tersebut didukung strategi efisiensi operasional, optimalisasi biaya, digitalisasi proses bisnis, serta pengelolaan aset yang semakin terintegrasi.
Direktur Utama InfraNexia Lukman Hakim Abd. Rauf mengatakan pertumbuhan pendapatan eksternal dan kinerja positif perusahaan menjadi indikator bahwa transformasi bisnis yang dijalankan mulai memperkuat daya saing InfraNexia.
“Pertumbuhan pendapatan eksternal dan kinerja positif InfraNexia menunjukkan bahwa proses bisnis yang kami jalankan mulai memperkuat daya saing InfraNexia.
Selain memperbesar skala bisnis, fokus kami juga terus memastikan aset dan kapabilitas yang dimiliki dapat dikelola secara lebih produktif, efisien, dan relevan dengan kebutuhan industri,” ujar Lukman.
Perkuat Organisasi dan Kapasitas Bisnis
Sejalan dengan peningkatan skala bisnis, InfraNexia juga memperkuat kapasitas organisasi. Jumlah karyawan meningkat dari 1.128 orang menjadi 1.338 orang sepanjang semester I 2026.
Penguatan sumber daya manusia tersebut dilakukan untuk mendukung peningkatan kompleksitas operasional, pengembangan layanan, serta percepatan agenda transformasi perusahaan.
Memasuki periode berikutnya, InfraNexia akan terus memperkuat modernisasi jaringan, meningkatkan kualitas layanan, serta memperluas kolaborasi dengan pelaku industri.
InfraNexia optimistis dapat memperkuat perannya sebagai perusahaan infrastruktur digital yang mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia melalui konektivitas yang andal, efisien, dan berkelanjutan.
